Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Agustus 2026 | 04.16 WIB

Kerap Mempercayai Informasi Kesehatan yang Keliru? Kemungkinan Besar Anda Memiliki 6 Kepribadian ini

seseorang yang mempercayai informasi kesehatan yang keliru./Magnific/prostock-studio - Image

seseorang yang mempercayai informasi kesehatan yang keliru./Magnific/prostock-studio

JawaPos.com - Di era media sosial, mendapatkan informasi tentang kesehatan tidak lagi sulit. Dalam hitungan detik, seseorang dapat menemukan video tentang cara menyembuhkan penyakit, artikel tentang makanan tertentu, unggahan mengenai efek samping obat, hingga klaim bahwa suatu metode alami mampu menggantikan pengobatan medis.

Masalahnya, mudah mendapatkan informasi tidak berarti mudah mendapatkan informasi yang benar.

Banyak informasi kesehatan yang beredar di internet terlihat meyakinkan karena menggunakan istilah ilmiah, menampilkan testimoni, menyertakan foto sebelum dan sesudah, atau dibawakan oleh seseorang yang terlihat percaya diri. Padahal, sebuah informasi yang terdengar meyakinkan belum tentu didukung oleh bukti ilmiah yang kuat.

Dilansir dari Psychology Today pada Rabu (12/8), psikologi menunjukkan bahwa seseorang tidak selalu mempercayai informasi keliru karena kurang cerdas atau tidak mampu berpikir. Sering kali, ada pola psikologis tertentu yang membuat otak lebih mudah menerima informasi tertentu dan menolak informasi lainnya.

Jika Anda termasuk orang yang sering mempercayai klaim kesehatan yang ternyata keliru, mungkin Anda mengenali beberapa kecenderungan berikut.

Catatan penting: Enam hal di bawah ini bukan diagnosis kepribadian atau gangguan mental. Ini adalah kecenderungan psikologis dan pola berpikir yang dapat dimiliki siapa saja dalam tingkat yang berbeda-beda.

1. Anda Cenderung Mencari Informasi yang Menguatkan Keyakinan Sendiri

Salah satu kecenderungan psikologis yang paling umum adalah confirmation bias, atau bias konfirmasi.

Bias ini terjadi ketika seseorang cenderung mencari, mengingat, dan memberikan bobot lebih besar kepada informasi yang sesuai dengan keyakinannya, sementara informasi yang bertentangan lebih mudah diabaikan.

Misalnya, seseorang sudah percaya bahwa:

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore