Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Juni 2026 | 07.05 WIB

8 Cara Sederhana untuk Menguasai Seni Tidak Peduli Apa yang Orang Lain Pikirkan tentang Anda Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang menguasai seni tidak peduli (Magnific/Senivpetro) - Image

Ilustrasi seseorang yang menguasai seni tidak peduli (Magnific/Senivpetro)

JawaPos.com - Banyak orang menjalani hidup dengan beban yang sebenarnya tidak terlihat: terlalu memikirkan pendapat orang lain. Takut dinilai, takut dikritik, takut dianggap gagal, atau bahkan takut tidak disukai. Akibatnya, banyak keputusan penting dalam hidup justru dibuat berdasarkan ekspektasi orang lain, bukan berdasarkan apa yang benar-benar diinginkan.

Padahal, menurut psikologi, kebutuhan akan penerimaan sosial memang merupakan bagian alami dari manusia. Namun, ketika kebutuhan tersebut menjadi terlalu dominan, seseorang bisa kehilangan kebebasan untuk menjadi dirinya sendiri. Kabar baiknya, sikap tidak terlalu memedulikan penilaian orang lain bukanlah sifat bawaan, melainkan keterampilan yang dapat dilatih.

Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (20/6), terdapat delapan cara sederhana untuk menguasai seni tidak terlalu memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang Anda.

1. Sadari bahwa Orang Lain Tidak Memikirkan Anda Sebanyak yang Anda Bayangkan

Psikologi mengenal fenomena yang disebut spotlight effect, yaitu kecenderungan seseorang melebih-lebihkan seberapa besar orang lain memperhatikan dirinya.

Misalnya, Anda merasa malu karena salah bicara dalam rapat atau mengenakan pakaian yang menurut Anda kurang cocok. Padahal, kebanyakan orang terlalu sibuk dengan urusan mereka sendiri sehingga tidak terlalu memikirkan kesalahan kecil yang Anda lakukan.

Memahami hal ini dapat mengurangi kecemasan sosial secara signifikan. Kenyataannya, orang lain tidak mengamati setiap gerakan Anda seperti yang sering dibayangkan.

2. Pisahkan Harga Diri dari Persetujuan Orang Lain

Banyak orang tanpa sadar menggantungkan rasa berharga mereka pada pujian dan penerimaan dari lingkungan. Ketika dipuji, mereka merasa percaya diri. Namun ketika dikritik, mereka merasa tidak berharga.

Menurut psikologi, harga diri yang sehat berasal dari dalam diri, bukan dari validasi eksternal. Anda tidak harus disukai semua orang untuk menjadi pribadi yang bernilai.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore