Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Juni 2026 | 04.42 WIB

8 Alasan Mengapa Orang Baik Akhirnya Merasa Kesepian meskipun Mereka Baik dan Penuh Perhatian Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang merasa kesepian (Magnific/Stokkete) - Image

Ilustrasi seseorang yang merasa kesepian (Magnific/Stokkete)

JawaPos.com - Banyak orang percaya bahwa menjadi pribadi yang baik, penuh perhatian, dan selalu siap membantu akan membuat seseorang dikelilingi oleh banyak teman dan hubungan yang hangat. Namun, kenyataannya tidak selalu demikian. Tidak sedikit orang yang dikenal ramah dan peduli justru sering merasakan kesepian yang mendalam. Mereka ada untuk semua orang, tetapi ketika membutuhkan seseorang, mereka merasa sendirian.

Menurut psikologi, kesepian bukan sekadar tentang tidak memiliki banyak teman. Kesepian lebih berkaitan dengan kualitas hubungan dan perasaan apakah seseorang benar-benar dipahami, dihargai, serta mendapatkan dukungan emosional yang seimbang.

Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (16/6), terdapat delapan alasan mengapa orang baik justru bisa merasa kesepian meskipun mereka selalu berusaha memberikan yang terbaik kepada orang lain.

1. Mereka Terlalu Sering Menempatkan Kebutuhan Orang Lain di Atas Diri Sendiri

Orang yang baik hati biasanya memiliki empati yang tinggi. Mereka mudah memahami kesulitan orang lain dan tidak ragu memberikan waktu, tenaga, bahkan perasaan demi membantu. Namun, kebiasaan ini sering membuat mereka mengabaikan kebutuhan emosional diri sendiri.

Dalam jangka panjang, mereka menjadi terbiasa menjadi tempat bersandar bagi orang lain, tetapi tidak terbiasa meminta bantuan ketika mereka sendiri sedang terluka. Akibatnya, mereka merasa tidak memiliki tempat untuk berbagi dan mulai mengalami kesepian secara emosional.

Psikologi menyebut kondisi ini sebagai ketidakseimbangan dalam hubungan timbal balik. Seseorang terus memberi, tetapi tidak mendapatkan perhatian yang sama dari lingkungannya.

2. Mereka Sulit Mengungkapkan Kekecewaan

Banyak orang baik takut melukai perasaan orang lain. Karena itu, mereka cenderung memendam rasa kecewa, marah, atau sedih. Mereka memilih diam daripada berkonflik.

Sayangnya, emosi yang terus ditekan dapat menciptakan jarak dengan orang lain. Orang di sekitar mereka mungkin mengira semuanya baik-baik saja, padahal sebenarnya mereka sedang terluka dan membutuhkan perhatian.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore