Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Juni 2026 | 03.31 WIB

Seni Melepaskan: 10 Hal yang Dipertahankan Orang Puluhan Tahun Lebih Lama yang Seharusnya Dibiarkan Pergi Menurut Psikologi

seseorang yang melepaskan masa lalu./Magnific/benzoix - Image

seseorang yang melepaskan masa lalu./Magnific/benzoix

JawaPos.com - Ada satu paradoks dalam kehidupan manusia: kita sering lebih mudah memegang sesuatu daripada melepaskannya. Padahal, tidak semua yang pernah berharga di masa lalu masih layak dipertahankan hari ini.

Psikologi modern menunjukkan bahwa banyak orang membawa beban emosional, pola pikir, dan kebiasaan tertentu selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, tanpa menyadari bahwa hal-hal tersebut justru menghambat kebahagiaan dan pertumbuhan diri.

Melepaskan bukan berarti menyerah atau melupakan. Sebaliknya, melepaskan adalah kemampuan untuk menerima bahwa beberapa hal telah selesai menjalankan perannya dalam hidup kita. Dengan membiarkannya pergi, kita menciptakan ruang untuk pengalaman, hubungan, dan identitas yang lebih sehat.

Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (13/6), terdapat sepuluh hal yang sering dipertahankan terlalu lama dan sebenarnya lebih baik dilepaskan menurut perspektif psikologi.

1. Penyesalan Masa Lalu

Banyak orang terus menghukum diri sendiri atas keputusan yang pernah mereka buat. Mereka mengulang kesalahan lama dalam pikiran seolah-olah dengan memikirkannya terus-menerus, masa lalu bisa diubah.

Psikologi menyebut kecenderungan ini sebagai rumination, yaitu kebiasaan memikirkan pengalaman negatif secara berulang. Penelitian menunjukkan bahwa perenungan berlebihan berkaitan dengan tingkat stres, kecemasan, dan depresi yang lebih tinggi.

Kesalahan masa lalu memang dapat menjadi guru yang berharga, tetapi ketika pelajarannya sudah didapat, terus memikul penyesalan hanya akan menjadi beban. Kita tidak bisa mengubah apa yang telah terjadi, tetapi kita selalu memiliki kesempatan untuk menentukan langkah berikutnya.

2. Dendam dan Kemarahan yang Tak Kunjung Usai

Memendam kebencian selama bertahun-tahun mungkin terasa seperti bentuk keadilan, tetapi secara psikologis, yang paling dirugikan justru diri sendiri.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore