Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Juni 2026 | 22.08 WIB

Bukan Sekadar Soal Motivasi, Ini Cara Menjadi Versi Terbaik Diri Anda Menurut Psikolog Abraham Maslow, Simak!

Ilustrasi seseorang yang menjadi versi terbaik dari dirinya./(Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang menjadi versi terbaik dari dirinya./(Freepik)

JawaPos.com – Setiap orang hampir pasti pernah membayangkan versi terbaik dari dirinya. Sosok yang lebih percaya diri, disiplin, produktif, dan mampu menjalani hidup sesuai tujuan. 

Namun, banyak orang merasa sudah berusaha keras tetapi tetap berjalan di tempat. Masalahnya, menurut pandangan psikologi humanistik, kegagalan mencapai potensi bukan selalu disebabkan kurang motivasi atau disiplin. 

Sering kali, seseorang berusaha membangun impian besar tanpa menyelesaikan kebutuhan mendasar yang menjadi fondasi kehidupannya.

Pemikiran ini pernah dikembangkan oleh psikolog Amerika Abraham Maslow melalui teori Hierarki Kebutuhan atau Hierarchy of Needs. Teori tersebut menjelaskan bahwa manusia cenderung memenuhi kebutuhan dasar terlebih dahulu sebelum mampu berkembang menuju potensi terbaiknya.

Dilansir dari YouTube Psyphoria, Senin (15/6), pembahasan mengenai gagasan Maslow menunjukkan bahwa menjadi pribadi yang diinginkan bukan soal perubahan instan, melainkan proses membangun kehidupan secara bertahap dengan urutan yang tepat.

1. Berhenti Memaksa Diri Melompat ke Tujuan yang Terlalu Tinggi

Maslow memandang kebutuhan manusia sebagai sebuah hierarki yang saling berkaitan. Ketika kebutuhan dasar belum terpenuhi, pikiran dan energi akan terus terfokus pada kekurangan tersebut. Akibatnya, seseorang sulit berkonsentrasi untuk mencapai tujuan yang lebih besar.

Banyak orang ingin sukses, percaya diri, atau menemukan tujuan hidup, tetapi mengabaikan masalah mendasar yang belum selesai. Kondisi ini justru membuat usaha terasa berat dan hasilnya tidak bertahan lama. Langkah pertama adalah jujur melihat kondisi diri saat ini.

2. Rasa Aman Ternyata Menjadi Fondasi Kesuksesan

Dalam pandangan Maslow, rasa aman tidak hanya berarti memiliki tempat tinggal atau penghasilan. Rasa aman juga mencakup kestabilan emosional dan keyakinan bahwa hidup tidak selalu berada di ambang kehancuran.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore