
seseorang yang secara perlahan menjauhkan anak-anak / foto: Magnific/shurkin_son
JawaPos.com - Hubungan antara orang tua dan anak tidak berhenti ketika anak tumbuh dewasa. Justru, saat anak memasuki usia dewasa, hubungan tersebut memasuki fase baru yang membutuhkan penyesuaian dari kedua belah pihak. Namun, tidak sedikit orang tua yang tanpa sadar mempertahankan pola interaksi lama yang dulu mungkin efektif ketika anak masih kecil, tetapi kini justru menciptakan jarak emosional.
Dalam banyak kasus, anak-anak yang sudah dewasa tidak langsung memutus hubungan atau menunjukkan kemarahan secara terbuka. Mereka lebih sering memilih untuk mengurangi komunikasi, jarang berkunjung, atau membatasi informasi yang mereka bagikan kepada orang tua. Dari sudut pandang psikologi, perilaku ini sering kali merupakan respons terhadap pola hubungan yang membuat mereka merasa tidak dihargai, tidak dipahami, atau tidak memiliki ruang untuk menjadi diri sendiri.
Dilansir dari Expert Editor pada Rabu (3/6), terdapat delapan hal yang sering dilakukan orang tua tanpa disadari yang dapat perlahan menjauhkan anak-anak mereka yang sudah dewasa.
1. Terus Mengkritik Keputusan Hidup Anak
Banyak orang tua percaya bahwa kritik adalah bentuk kepedulian. Mereka ingin anak terhindar dari kesalahan dan mengambil keputusan terbaik.
Namun, ketika setiap pilihan anak selalu dikomentari—mulai dari pekerjaan, pasangan, cara mengasuh anak, hingga gaya hidup—anak dewasa bisa merasa bahwa dirinya tidak pernah cukup baik di mata orang tuanya.
Psikologi menunjukkan bahwa setiap individu memiliki kebutuhan dasar untuk merasa kompeten dan dihargai. Ketika kritik lebih sering muncul daripada dukungan, hubungan perlahan berubah dari sumber kenyamanan menjadi sumber stres.
Akibatnya, anak mungkin mulai menyembunyikan keputusan penting atau mengurangi komunikasi untuk menghindari penilaian yang terus-menerus.
2. Tidak Menghormati Batasan Pribadi
Saat anak masih kecil, orang tua memang memiliki akses penuh terhadap hampir seluruh aspek kehidupannya. Namun, ketika anak dewasa, mereka membutuhkan ruang pribadi yang sehat.
Misalnya, menelepon berkali-kali jika pesan belum dibalas, menuntut mengetahui setiap aktivitas anak, atau datang tanpa pemberitahuan ke rumah mereka.
Menurut psikologi hubungan, batasan yang sehat merupakan fondasi dari hubungan yang saling menghormati. Ketika batasan tersebut diabaikan, anak dapat merasa dikendalikan alih-alih dicintai.
Lama-kelamaan, mereka mungkin menciptakan jarak sebagai cara untuk melindungi privasi dan kemandiriannya.
3. Menggunakan Rasa Bersalah Sebagai Alat Kontrol
Kalimat seperti:
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022