
seseorang yang memutarbalikkan kata / foto: Magnific/katemangostar
JawaPos.com - Pernahkah Anda berada dalam situasi di mana setiap percakapan terasa seperti jebakan?
Anda menjelaskan maksud dengan tenang, tetapi lawan bicara justru memelintir ucapan Anda. Anda menyampaikan kritik yang wajar, namun tiba-tiba dianggap menyerang. Bahkan ketika Anda mencoba menyelesaikan masalah, Anda justru diposisikan sebagai pihak yang bersalah.
Fenomena ini bukan sekadar perbedaan pendapat biasa. Dalam psikologi, perilaku memutarbalikkan kata-kata orang lain sering dikaitkan dengan pola komunikasi yang tidak sehat. Tujuannya bisa bermacam-macam, mulai dari mempertahankan ego, menghindari tanggung jawab, hingga mendapatkan kendali dalam hubungan.
Tentu saja, tidak semua orang yang salah paham sekali atau dua kali memiliki sifat manipulatif. Namun jika pola ini terus berulang, ada beberapa karakteristik psikologis yang sering muncul.
Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (2/6), terdapat delapan ciri yang biasanya dimiliki oleh orang yang selalu berusaha menjadikan Anda "penjahat" dalam setiap argumen.
1. Sulit Menerima Tanggung Jawab atas Kesalahan Sendiri
Salah satu ciri paling umum adalah ketidakmampuan mengakui kesalahan.
Ketika seseorang memiliki tingkat akuntabilitas yang rendah, ia cenderung mencari cara untuk mengalihkan fokus dari tindakannya sendiri. Salah satu strategi yang sering digunakan adalah membalikkan keadaan sehingga orang lain terlihat sebagai penyebab masalah.
Misalnya, ketika Anda menegur perilakunya yang menyakitkan, ia justru menuduh Anda terlalu sensitif atau suka mencari masalah.
Alih-alih membahas isu yang sebenarnya, percakapan berubah menjadi pembelaan terhadap karakter Anda.
Psikolog menyebut mekanisme ini sebagai bentuk pertahanan diri yang bertujuan melindungi harga diri dari rasa bersalah atau malu.
2. Memiliki Kebutuhan Tinggi untuk Selalu Benar
Bagi sebagian orang, mengakui kesalahan terasa seperti kekalahan.
Mereka melihat perdebatan bukan sebagai sarana mencari solusi, melainkan sebagai kompetisi yang harus dimenangkan. Karena itu, apa pun yang Anda katakan akan dipelintir agar posisi mereka tetap terlihat benar.
Jika fakta tidak mendukung argumen mereka, mereka mungkin mengubah konteks, mengabaikan detail penting, atau menafsirkan ulang perkataan Anda.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
