Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Mei 2026 | 01.10 WIB

9 Perilaku yang Dilakukan Orang di Toko yang Membuat Kasir Mampu Menebak Situasi Keuangan Mereka Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang memperhatikan harga barang / foto: Magnific/frimufilms - Image

Ilustrasi seseorang yang memperhatikan harga barang / foto: Magnific/frimufilms

JawaPos.com - Saat berada di toko, banyak orang merasa dirinya hanyalah pembeli biasa yang datang, memilih barang, lalu membayar. Namun bagi kasir yang setiap hari berinteraksi dengan ratusan pelanggan, ada banyak pola perilaku kecil yang tanpa sadar memperlihatkan kondisi psikologis sekaligus situasi finansial seseorang.

Kasir bukan hanya melihat uang yang keluar dari dompet pelanggan. Mereka juga memperhatikan cara orang mengambil keputusan, cara berbicara, ekspresi saat melihat harga, hingga kebiasaan kecil ketika membayar. Dalam psikologi perilaku konsumen, tindakan-tindakan mikro seperti ini sering disebut sebagai “behavioral cues”, yaitu petunjuk perilaku yang dapat mengungkap pola pikir, tingkat stres finansial, rasa aman ekonomi, bahkan kebiasaan mengelola uang.

Tentu saja, tidak semua tebakan kasir selalu benar. Situasi keuangan seseorang jauh lebih kompleks daripada sekadar isi keranjang belanja. Namun pengalaman panjang membuat banyak pekerja ritel mampu membaca kecenderungan tertentu hanya dari interaksi singkat beberapa menit.

Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (15/5), terdapat sembilan perilaku di toko yang sering membuat kasir mampu menebak kondisi finansial pelanggan menurut sudut pandang psikologi.

1. Menghitung Total Belanja Berulang Kali Sebelum Membayar

Perilaku ini sangat umum ditemukan di minimarket maupun supermarket. Ada pelanggan yang terus menghitung isi keranjang, membuka kalkulator di ponsel, lalu mencocokkan jumlah belanja dengan uang yang mereka bawa.

Secara psikologis, perilaku ini menunjukkan tingkat kesadaran finansial yang tinggi, tetapi juga sering berkaitan dengan tekanan ekonomi. Orang yang hidup dengan anggaran ketat cenderung mengalami “financial vigilance”, yaitu kondisi ketika otak terus memantau pengeluaran agar tidak melewati batas kemampuan.

Kasir biasanya dapat langsung mengenali pelanggan yang benar-benar sedang menjaga pengeluaran dibanding pelanggan yang hanya teliti. Tanda-tandanya terlihat dari ekspresi tegang ketika total belanja muncul di layar atau dari kebiasaan membatalkan barang tertentu sesaat sebelum pembayaran.

Dalam psikologi perilaku konsumen, orang yang mengalami kecemasan finansial biasanya lebih sensitif terhadap angka kecil. Selisih beberapa ribu rupiah saja dapat memengaruhi keputusan mereka.

Namun menariknya, perilaku ini tidak selalu berarti seseorang miskin. Banyak orang yang secara ekonomi mapan juga sangat disiplin terhadap anggaran. Bedanya, mereka biasanya terlihat lebih tenang saat menghitung.

2. Langsung Mengembalikan Barang Setelah Melihat Harga

Kasir sering melihat pelanggan membawa banyak barang, tetapi kemudian membatalkan beberapa produk setelah harga dipindai.

Secara psikologis, tindakan ini menunjukkan adanya konflik antara keinginan dan kemampuan finansial. Dalam teori “cognitive dissonance”, seseorang mengalami ketidaknyamanan mental ketika keinginan konsumtif bertabrakan dengan kondisi keuangan nyata.

Orang yang sedang mengalami tekanan ekonomi cenderung lebih impulsif saat mengambil barang, tetapi kemudian menyesal ketika melihat total pembayaran.

Kasir biasanya bisa membaca situasi ini dari bahasa tubuh pelanggan:

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore