Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Februari 2026 | 19.37 WIB

Orang yang Melipat Kembali Pakaian di Toko Setelah Mencobanya Biasanya Memiliki 8 Ciri Kepribadian Langka Ini Menurut Psikologi

seseorang yang melipat kembali pakaian setelah mencobanya


JawaPos.com - Pernahkah kamu memperhatikan seseorang yang setelah mencoba pakaian di toko, dengan rapi melipat kembali baju tersebut lalu meletakkannya di tempat semula? Di tengah kebiasaan banyak orang yang meninggalkan pakaian begitu saja di ruang ganti atau menggantungnya asal-asalan, perilaku ini terlihat sederhana—namun ternyata menyimpan makna psikologis yang cukup dalam.

Dalam psikologi perilaku, tindakan kecil sehari-hari sering kali mencerminkan struktur kepribadian, nilai hidup, dan cara seseorang memandang dunia. Melipat kembali pakaian setelah mencobanya bukan sekadar soal sopan santun, tetapi juga berkaitan dengan pola pikir, empati, kontrol diri, dan kesadaran sosial.

Dilansir dari Geediting pada Rabu (11/2), terdapat 8 ciri kepribadian langka yang umumnya dimiliki oleh orang-orang yang memiliki kebiasaan sederhana namun bermakna ini:

Orang seperti ini memiliki kompas moral internal yang kuat. Mereka tidak berbuat baik karena diawasi, tetapi karena merasa itu memang hal yang benar. Tidak ada karyawan toko yang melihat pun, mereka tetap melipat kembali pakaian tersebut.

Dalam psikologi, ini berkaitan dengan internalized moral values — nilai moral yang sudah tertanam dalam diri, bukan karena tekanan sosial.

2. Empati yang Mendalam

Mereka mampu membayangkan posisi orang lain, terutama pegawai toko yang harus merapikan kembali barang-barang. Kesadaran ini membuat mereka tidak tega meninggalkan “pekerjaan tambahan” bagi orang lain.

Empati ini bukan emosional berlebihan, tetapi empati kognitif: memahami dampak tindakan kecil terhadap orang lain.

Orang ini tidak melempar tanggung jawab ke sistem atau orang lain. Mereka berpikir:

“Aku yang pakai, aku yang bereskan.”

Ini menunjukkan locus of control internal, yaitu keyakinan bahwa diri sendirilah yang bertanggung jawab atas tindakan dan konsekuensinya.

4. Disiplin Diri yang Konsisten

Melipat pakaian butuh waktu, niat, dan sedikit usaha. Mereka mampu menahan dorongan untuk memilih jalan termudah (meninggalkan saja) dan memilih tindakan yang benar.

Ini mencerminkan self-regulation dan impulse control yang baik—ciri penting dalam kematangan psikologis.

5. Kerendahan Hati (Humility)

Mereka tidak merasa “lebih tinggi” dari pegawai toko. Tidak ada mentalitas:

“Kan ada yang digaji buat beresin.”

Justru sebaliknya, mereka melihat semua orang setara secara martabat, hanya berbeda peran.

Dalam psikologi sosial, ini disebut egalitarian mindset.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore