ilustrasi orang tua dan anak dewasa./Freepik
JawaPos.com - Melihat anak tumbuh hingga dewasa tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi setiap orang tua. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, hubungan antara orang tua dan anak terkadang mengalami perubahan yang perlahan mulai terasa.
Perubahan tersebut bisa tampak dari percakapan lewat telepon yang semakin singkat atau intensitas kunjungan yang mulai berkurang. Meski sulit dijelaskan, banyak orang tua dapat merasakan adanya jarak dalam hubungan mereka dengan anak.
Pada kenyataannya, tidak sedikit orang tua yang menghadapi situasi ketika anak-anak mereka yang telah dewasa tidak lagi memandang orang tua sebagai tempat mencari nasihat maupun kenyamanan, melainkan sebagai tanggung jawab yang perlu diurus.
Mengutip Geediting, terdapat tujuh tanda yang menunjukkan bahwa anak mulai melihat orang tuanya sebagai sebuah beban.
1. Mereka jarang memulai kontak
Ketika komunikasi hanya mengalir satu arah, itu menunjukkan bahwa hubungan mungkin terasa lebih seperti kewajiban daripada pertukaran timbal balik.
Terkadang ini bukan karena niat jahat. Anak-anak yang beranjak dewasa sibuk dengan pekerjaan, hubungan, dan membesarkan keluarga mereka sendiri.
Namun, jika menjangkau terasa seperti beban bagi mereka, mungkin ada sesuatu.
2. Percakapan terasa terburu-buru atau dangkal
Pernahkah Anda menyadari obrolan menjadi sopan tetapi dangkal?
Mereka menjawab pertanyaan Anda, memberi Anda informasi terkini, bahkan mungkin berbagi sedikit tawa, tetapi tidak ada lagi kedalamannya.
Ketika hal ini terjadi, sering kali karena mereka tidak terlibat secara emosional. Mereka mungkin merasa terkuras, tidak sabar, atau bahkan tidak nyaman selama percakapan panjang.
3. Mereka menghindari menghabiskan waktu bersama
Mungkin mereka akan mampir sebentar, tetapi kunjungan menginap atau liburan tampaknya semakin pendek dan jarang.