Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 April 2026 | 00.38 WIB

Hubungan Paling Menantang dalam Hidup Anda Adalah dengan Seseorang yang Menunjukkan 8 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang hubungannya sangat sulit (Freepik/Azerbaijan_stockers) - Image

Ilustrasi seseorang yang hubungannya sangat sulit (Freepik/Azerbaijan_stockers)

JawaPos.com - Dalam hidup, hubungan adalah salah satu sumber kebahagiaan terbesar, namun juga bisa menjadi sumber stres yang paling melelahkan. Tidak semua hubungan berjalan sehat dan seimbang. Bahkan, ada tipe orang tertentu yang secara konsisten menciptakan dinamika hubungan yang sulit, membingungkan, dan menguras energi.

Menurut psikologi, hubungan yang paling menantang sering kali melibatkan individu dengan pola perilaku tertentu yang berulang.

Dilansir dari Expert Editor pada Kamis (16/4), jika seseorang dalam hidup Anda menunjukkan kebiasaan-kebiasaan berikut, besar kemungkinan Anda sedang berada dalam hubungan yang membutuhkan perhatian ekstra atau bahkan batasan yang tegas.

1. Selalu Menjadikan Diri sebagai Korban

Salah satu tanda paling jelas adalah mentalitas korban. Orang seperti ini cenderung melihat diri mereka sebagai pihak yang selalu dirugikan, tidak peduli situasinya.

Alih-alih bertanggung jawab atas tindakan mereka, mereka akan:

Menyalahkan orang lain
Menghindari refleksi diri
Memutarbalikkan fakta agar terlihat benar

Dalam jangka panjang, ini membuat Anda merasa bersalah terus-menerus, bahkan ketika Anda tidak melakukan kesalahan apa pun.

2. Sulit Mengakui Kesalahan

Dalam hubungan sehat, mengakui kesalahan adalah tanda kedewasaan. Namun, individu yang menantang sering kali:

Defensif berlebihan
Menghindari permintaan maaf
Mengalihkan pembicaraan saat disalahkan

Psikologi menyebut ini sebagai mekanisme pertahanan ego. Masalahnya, tanpa akuntabilitas, konflik tidak pernah benar-benar selesai.

3. Manipulatif secara Emosional

Manipulasi tidak selalu terlihat jelas. Kadang muncul dalam bentuk halus seperti:

"Kalau kamu sayang aku, kamu pasti…"
Memberi silent treatment
Membuat Anda merasa bersalah untuk mengontrol keputusan Anda

Ini bisa membuat Anda kehilangan kepercayaan pada perasaan dan penilaian sendiri.

4. Inkonsisten dalam Sikap dan Perasaan

Hari ini hangat, besok dingin. Kadang sangat perhatian, lalu tiba-tiba menjauh tanpa alasan jelas.

Perilaku ini menciptakan ketidakpastian emosional, yang menurut psikologi bisa memicu kecemasan dan ketergantungan. Anda jadi terus mencoba "menebak" cara agar hubungan tetap stabil.

5. Kurang Empati

Empati adalah fondasi hubungan yang sehat. Tanpanya, hubungan terasa satu arah.

Orang dengan empati rendah cenderung:

Mengabaikan perasaan Anda
Meremehkan masalah Anda
Fokus hanya pada kebutuhan mereka sendiri

Anda mungkin merasa "tidak terlihat" atau tidak dipahami, bahkan setelah menjelaskan berkali-kali.

6. Sering Mengkritik atau Merendahkan

Kritik yang membangun itu sehat. Tapi jika seseorang terus:

Menyindir
Membandingkan Anda dengan orang lain
Menjatuhkan kepercayaan diri Anda

Itu bukan lagi kritik, itu pola merendahkan.

Dalam jangka panjang, ini bisa merusak harga diri dan membuat Anda mempertanyakan nilai diri sendiri.

Baca Juga:Psikologi Orang yang Jalan Cepat Punya 8 Ciri Langka Ini

7. Tidak Menghargai Batasan

Batasan adalah cara kita menjaga kesehatan mental. Namun, orang yang sulit dalam hubungan sering:

Mengabaikan "tidak"
Memaksa Anda merasa bersalah saat menolak
Melanggar privasi

Menurut psikologi, ini adalah tanda kurangnya respek terhadap identitas dan kebutuhan orang lain.

8. Membuat Anda Merasa Lelah secara Emosional

Ini mungkin tanda paling jujur.

Setelah berinteraksi dengan mereka, Anda merasa:

Lelah
Bingung
Tertekan
Kehilangan energi

Tubuh dan pikiran Anda sebenarnya sedang memberi sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak sehat dalam hubungan tersebut.

Kenapa Hubungan seperti Ini Sulit Dilepaskan?

Meskipun menyakitkan, hubungan seperti ini sering sulit ditinggalkan karena:

Ikatan emosional yang kuat
Harapan bahwa mereka akan berubah
Pola "naik-turun" yang membuat ketagihan (intermittent reinforcement)
Rasa tanggung jawab yang berlebihan

Psikologi menjelaskan bahwa dinamika ini bisa menciptakan keterikatan yang tidak sehat, mirip dengan kecanduan emosional.

Apa yang Bisa Anda Lakukan?

Jika Anda mengenali tanda-tanda ini, bukan berarti Anda harus langsung mengakhiri hubungan. Namun, penting untuk:

Menyadari pola yang terjadi
Menetapkan batasan yang jelas
Tidak mengorbankan kesehatan mental Anda
Mencari dukungan (teman, keluarga, atau profesional)

Dan yang terpenting: Anda tidak harus "memperbaiki" orang lain untuk layak mendapatkan hubungan yang sehat.

Penutup

Hubungan yang menantang bisa menjadi guru yang keras, mereka mengajarkan kita tentang batasan, harga diri, dan pentingnya keseimbangan emosional. Namun, bukan berarti Anda harus bertahan dalam hubungan yang terus melukai. Kadang, keputusan paling sehat bukanlah memperbaiki hubungan, tetapi memilih diri sendiri.

Baca Juga:8 Kebiasaan Malam Hari Orang yang Sulit Kaya atau Sukses Menurut Psikologi

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore