Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 April 2026 | 21.05 WIB

Orang yang Tidak Melihat Ponsel saat Orang Lain Berbicara Memiliki 8 Kualitas Diri yang Tidak Dimiliki Sembarang Orang, Menurut Psikologi

Ilustrasi, orang yang melihat ponsel saat orang lain berbicara. Freepik/ jcomp. - Image

Ilustrasi, orang yang melihat ponsel saat orang lain berbicara. Freepik/ jcomp.

JawaPos.com - Ketahuilah, setiap orang layak mendapatkan kemanusiaan dari individu lain sepenuhnya, bukan perhatian yang terpecah-pecah setelah ponsel mengirimkan notifikasi.

Tentu, godaan melihat notifikasi akan muncul saat itu, tapi orang-orang dengan kualitas tertentu tidak akan meraih ponsel mereka. Ini adalah bentuk kesopanan dan rasa hormat yang jarang sekali ditemui saat ini.

Dilansir JawaPos.com dari geediting pada Rabu (15/4), orang yang mampu menahan diri untuk tidak melihat ponsel saat orang lain berbicara memiliki delapan kualitas diri berikut ini yang tidak dimiliki sembarang orang.

1. Orientasi Seluruhnya kepada Pembicara

Perhatikanlah orang yang benar-benar tidak melihat ponsel selama percakapan. Seluruh tubuhnya pasti mengarah ke arah pembicara. Bukan hanya kepala, namun juga bahu, dada, bahkan kaki mereka.

Penelitian dari para ahli saraf menunjukkan, keselarasan fisik ini memicu neuron cermin diantara orang yang saling berhadapan, sehingga tercipta koneksi emosional yang lebih dalam.

2. Pola Kontak Mata Alami

Psikolog menyebut orang yang tidak melihat atau memeriksa ponsel selama percakapan sebagai 'pola tatapan yang tepat'. Kontak mata yang baik bukan berarti menatap seseorang dengan intens, melainkan cukup hadir untuk membiarkan tatapan mengali secara alami.

Ini terjadi pada orang yang mengabaikan ponsel mereka saat orang lain berbicara. Mereka menatap orang yang sedang berbicara sekitar 60 - 70 persen dari waktu mereka mendengarkan.

Lalu, mereka memutus kontak mata secara alami untuk memproses informasi, bukan untuk melirik notifikasi.

3. Ekspresi Wajah yang Responsif

Wajah menjadi cermin hidup dari percakapan. Tersenyum pada bagian yang lucu, mengerutkan alis pada bagian yang membingungkan, bahkan terkejut yang tulus pada bagian yang pantas.

Ekspresi mikro seperti itu terjadi secara otomatis ketika seseorang sepenuhnya terlibat pada percakapan.

Sementara orang yang sering memeriksa ponsel saat percakapan berlangsung sering kali menunjukkan apa yang disebut 'wajah notifikasi', yakni ekspresi kosong, sedikit tegang yang tetap membeku, terlepas dari apa yang sedang dikatakan orang yang di hadapannya.

Mungkin mereka sesekali mengangguk, tapi wajah mereka menceritakan kisah yang berbeda.

4. Pengakuan Verbal yang Aktif

Orang yang tidak melihat ponsel saat orang lain berbicara memberikan umpan balik verbal yang kaya. Bukan hanya 'ya' atau 'mm-hmm', tapi respons aktual, seperti 'Itu pasti membuatmu frustasi' atau 'Apa yang terjadi selanjutnya?'.

Ini membuktikan bahwa orang tersebut sedang memroses, bukan sekadar mendengar. Orang tersebut sedang membangun model mental tentang pengalaman orang yang berbicara.

Studi mengungkapkan, jenis keterlibatan dari mendengarkan aktif seperti ini memperkuat hubungan lebih dari perilaku percakapan lainnya.

5. Ingatan akan Detail Percakapan

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore