
seseorang yang belum pernah mengunggah foto selfie./Freepik/freepik
JawaPos.com - Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian yang hampir tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Salah satu fenomena paling umum adalah budaya selfie—mengambil dan mengunggah foto diri sendiri untuk dibagikan kepada publik.
Namun, tidak semua orang mengikuti tren ini. Menariknya, ada sebagian orang dewasa yang memilih untuk tidak pernah mengunggah foto selfie sama sekali.
Keputusan ini sering kali bukan sekadar kebetulan atau ketidaktahuan teknologi. Dalam perspektif psikologi, pilihan tersebut bisa mencerminkan karakteristik kepribadian tertentu yang justru sangat positif dan diinginkan.
Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (11/4), terdapat tujuh karakteristik yang sering dimiliki oleh orang dewasa yang tidak pernah mengunggah selfie di media sosial.
1. Memiliki Rasa Percaya Diri yang Stabil dari Dalam
Orang yang tidak merasa perlu mengunggah selfie biasanya memiliki rasa percaya diri yang tidak bergantung pada validasi eksternal. Mereka tidak membutuhkan “like”, komentar, atau perhatian orang lain untuk merasa berharga.
Kepercayaan diri mereka berasal dari dalam—dari pemahaman diri, pengalaman hidup, dan penerimaan terhadap siapa diri mereka sebenarnya. Ini adalah bentuk self-esteem yang lebih sehat dan tahan lama dibandingkan yang bergantung pada respons orang lain.
2. Tidak Bergantung pada Validasi Sosial
Dalam psikologi, kebutuhan akan validasi sosial adalah hal yang normal. Namun, ketika kebutuhan ini berlebihan, seseorang bisa menjadi sangat bergantung pada penilaian orang lain.
Orang yang jarang atau tidak pernah mengunggah selfie cenderung lebih mandiri secara emosional. Mereka tidak merasa perlu membuktikan sesuatu kepada dunia luar. Mereka nyaman menjadi diri sendiri tanpa harus “dipamerkan”.
3. Lebih Fokus pada Kehidupan Nyata daripada Citra Online
Alih-alih menghabiskan waktu memikirkan bagaimana mereka terlihat di dunia maya, individu ini lebih fokus pada pengalaman nyata. Mereka menghargai momen tanpa harus mendokumentasikannya untuk publik.
Secara psikologis, ini menunjukkan tingkat mindfulness yang lebih tinggi—kemampuan untuk hadir sepenuhnya dalam momen saat ini tanpa distraksi dari kebutuhan untuk tampil.
4. Memiliki Batasan Privasi yang Kuat
Tidak semua orang merasa nyaman membagikan kehidupan pribadinya ke ruang publik, dan itu bukan hal yang buruk. Justru, orang yang menjaga privasi dengan baik sering kali memiliki kesadaran diri yang tinggi.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
