Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 April 2026 | 03.29 WIB

Orang Dewasa yang Belum Pernah Mengunggah Foto Selfie di Media Sosial, Memiliki 7 Karakteristik Ini Menurut Psikologi

seseorang yang belum pernah mengunggah foto selfie./Freepik/freepik - Image

seseorang yang belum pernah mengunggah foto selfie./Freepik/freepik

JawaPos.com - Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian yang hampir tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Salah satu fenomena paling umum adalah budaya selfie—mengambil dan mengunggah foto diri sendiri untuk dibagikan kepada publik.

Namun, tidak semua orang mengikuti tren ini. Menariknya, ada sebagian orang dewasa yang memilih untuk tidak pernah mengunggah foto selfie sama sekali.

Keputusan ini sering kali bukan sekadar kebetulan atau ketidaktahuan teknologi. Dalam perspektif psikologi, pilihan tersebut bisa mencerminkan karakteristik kepribadian tertentu yang justru sangat positif dan diinginkan.

Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (11/4), terdapat tujuh karakteristik yang sering dimiliki oleh orang dewasa yang tidak pernah mengunggah selfie di media sosial.

1. Memiliki Rasa Percaya Diri yang Stabil dari Dalam

Orang yang tidak merasa perlu mengunggah selfie biasanya memiliki rasa percaya diri yang tidak bergantung pada validasi eksternal. Mereka tidak membutuhkan “like”, komentar, atau perhatian orang lain untuk merasa berharga.

Kepercayaan diri mereka berasal dari dalam—dari pemahaman diri, pengalaman hidup, dan penerimaan terhadap siapa diri mereka sebenarnya. Ini adalah bentuk self-esteem yang lebih sehat dan tahan lama dibandingkan yang bergantung pada respons orang lain.

2. Tidak Bergantung pada Validasi Sosial

Dalam psikologi, kebutuhan akan validasi sosial adalah hal yang normal. Namun, ketika kebutuhan ini berlebihan, seseorang bisa menjadi sangat bergantung pada penilaian orang lain.

Orang yang jarang atau tidak pernah mengunggah selfie cenderung lebih mandiri secara emosional. Mereka tidak merasa perlu membuktikan sesuatu kepada dunia luar. Mereka nyaman menjadi diri sendiri tanpa harus “dipamerkan”.

3. Lebih Fokus pada Kehidupan Nyata daripada Citra Online

Alih-alih menghabiskan waktu memikirkan bagaimana mereka terlihat di dunia maya, individu ini lebih fokus pada pengalaman nyata. Mereka menghargai momen tanpa harus mendokumentasikannya untuk publik.

Secara psikologis, ini menunjukkan tingkat mindfulness yang lebih tinggi—kemampuan untuk hadir sepenuhnya dalam momen saat ini tanpa distraksi dari kebutuhan untuk tampil.

4. Memiliki Batasan Privasi yang Kuat

Tidak semua orang merasa nyaman membagikan kehidupan pribadinya ke ruang publik, dan itu bukan hal yang buruk. Justru, orang yang menjaga privasi dengan baik sering kali memiliki kesadaran diri yang tinggi.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore