seseorang yang fasih lebih dari satu bahasa./Freepik/Wavebreak Media
JawaPos.com - Menguasai lebih dari satu bahasa bukan hanya keterampilan praktis, tetapi juga memengaruhi cara seseorang berpikir, berperilaku, dan berinteraksi dengan dunia.
Para ahli psikologi telah lama meneliti hubungan antara bilingualisme dan kepribadian, dan hasilnya menunjukkan bahwa orang yang fasih dalam dua bahasa atau lebih sering memiliki ciri khas yang membedakan mereka dari monolingual.
Dilansir dari Geediting, terdapat tujuh kepribadian unik yang sering dimiliki oleh mereka yang fasih dalam lebih dari satu bahasa, berdasarkan temuan psikologi:
1. Fleksibilitas Kognitif yang Tinggi
Orang yang bilingual terbiasa berpindah antara bahasa yang berbeda, yang melatih otak mereka untuk lebih fleksibel dalam berpikir.
Mereka dapat dengan mudah menyesuaikan diri dalam berbagai situasi, baik dalam percakapan maupun dalam menyelesaikan masalah.
Menurut penelitian, bilingual memiliki kemampuan yang lebih baik dalam "task-switching" atau berganti tugas dengan efisien dibandingkan mereka yang hanya berbicara satu bahasa.
2. Kepekaan Sosial yang Lebih Besar
Mereka yang menguasai lebih dari satu bahasa sering kali memiliki pemahaman sosial yang lebih dalam.
Karena bahasa terkait erat dengan budaya, mereka terbiasa melihat dunia dari berbagai perspektif.
Ini membuat mereka lebih peka terhadap norma-norma sosial yang berbeda dan lebih empati terhadap orang lain.
3. Keterbukaan terhadap Pengalaman Baru
Bilingual cenderung lebih terbuka terhadap pengalaman baru karena mereka telah terpapar lebih dari satu budaya.
Mereka lebih nyaman berada di lingkungan multikultural dan lebih mudah beradaptasi dalam kelompok sosial yang beragam.
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang multilingual memiliki skor lebih tinggi dalam dimensi kepribadian “openness to experience” dalam tes kepribadian Big Five.
4. Kemampuan Memecahkan Masalah dengan Kreativitas
Berpikir dalam dua bahasa atau lebih memungkinkan seseorang untuk melihat suatu masalah dari sudut pandang yang lebih luas.
Karena itu, bilingual sering kali lebih kreatif dalam mencari solusi.
Kemampuan mereka dalam menghubungkan konsep-konsep dari berbagai bahasa dan budaya memberi mereka keunggulan dalam berpikir di luar kebiasaan (thinking outside the box).
5. Kecenderungan untuk Memiliki Identitas yang Fleksibel
Orang yang fasih dalam lebih dari satu bahasa sering merasa memiliki lebih dari satu identitas budaya.
Mereka bisa menyesuaikan kepribadian mereka tergantung pada bahasa yang sedang mereka gunakan.
Fenomena ini dikenal sebagai "cultural frame-switching," di mana bilingual menunjukkan pola pikir dan perilaku yang sedikit berbeda ketika berbicara dalam bahasa yang berbeda.
6. Kemampuan Beradaptasi yang Tinggi
Berkomunikasi dalam beberapa bahasa berarti harus memahami berbagai struktur bahasa, tata bahasa, dan ekspresi yang berbeda.
Hal ini melatih seseorang untuk menjadi lebih adaptif dalam situasi yang berubah-ubah.
Dalam kehidupan sehari-hari, bilingual lebih mudah menyesuaikan diri di lingkungan yang baru, baik dalam pekerjaan, pergaulan, maupun dalam kehidupan pribadi.
7. Kesabaran dan Kemampuan Mendengarkan yang Baik
Belajar bahasa kedua (atau ketiga) membutuhkan banyak kesabaran dan ketekunan.
Oleh karena itu, bilingual sering kali lebih sabar ketika berhadapan dengan orang lain, terutama dalam percakapan.
Mereka juga lebih terlatih dalam mendengarkan dan memahami makna di balik kata-kata, karena mereka terbiasa beralih antar bahasa dan memahami nuansa dalam berbagai konteks.
Kesimpulan
Menguasai lebih dari satu bahasa bukan hanya tentang komunikasi, tetapi juga tentang cara seseorang melihat dunia dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Dari fleksibilitas kognitif hingga kepekaan sosial, orang yang bilingual sering kali memiliki kepribadian yang unik dan kaya akan perspektif.
Jika Anda bilingual atau sedang dalam proses belajar bahasa lain, Anda mungkin akan mengenali beberapa dari karakteristik ini dalam diri Anda!