Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 6 April 2026 | 17.09 WIB

Mau Balikan Sama Mantan? Pikirkan 3 Hal Ini Dulu Agar Tidak Patah Hati Lagi

ILUSTRASI KESEPIAN. Penting untuk memahami apakah motivasi Anda kembali ke mantan didasari oleh kasih sayang yang tulus atau hanya ketakutan akan kesendirian. (Freepik) - Image

ILUSTRASI KESEPIAN. Penting untuk memahami apakah motivasi Anda kembali ke mantan didasari oleh kasih sayang yang tulus atau hanya ketakutan akan kesendirian. (Freepik)

JawaPos.com - Putus cinta memang bisa mengubah segalanya dalam sekejap, mulai dari konsep diri hingga rutinitas harian. Tidak heran jika banyak orang terjebak dalam memori indah dan mulai mempertimbangkan untuk balikan dengan mantan kekasih. Berdasarkan sebuah studi terhadap 800 orang dewasa muda, hampir separuhnya ternyata pernah berdamai dengan mantan setelah hubungan berakhir.

Rasa rindu yang mendalam sering kali membuat kita melakukan "amnesia selektif", di mana kita hanya mengingat kenangan manis dan melupakan alasan menyakitkan di balik perpisahan. Fenomena ini sangat wajar karena otak kita sedang beradaptasi dengan kehilangan sosok yang biasanya selalu ada.

Namun, sebelum Anda memutuskan untuk mengirim pesan singkat atau mengangkat telepon untuk menghubungi mantan, ada baiknya Anda berhenti sejenak. Kembali menjalin hubungan dengan orang yang sama bukanlah perkara mudah dan membutuhkan pertimbangan yang sangat matang agar tidak jatuh ke lubang yang sama.

Dilansir dari YourTango, Senin (6/4), keputusan untuk memulai kembali hubungan asmara harus didasari oleh logika yang sehat, bukan sekadar pelarian dari rasa kesepian. Berikut adalah tiga hal krusial yang perlu Anda pertimbangkan dengan serius sebelum memutuskan untuk balikan.

1. Menghadapi Kenyataan: Mengapa Kalian Putus?

Langkah pertama yang paling sulit namun penting adalah bersikap jujur pada diri sendiri mengenai alasan perpisahan tersebut. Pasti ada alasan kuat mengapa hubungan Anda tidak berhasil pada kesempatan sebelumnya, bahkan mungkin ada banyak alasan yang saling tumpang tindih.

Sebelum memutuskan untuk kembali menjalin hubungan dengan mantan, Anda harus mengidentifikasi secara tepat apa yang menyebabkan retaknya komitmen kalian. Apakah karena masalah komunikasi, perbedaan nilai, atau adanya pengkhianatan yang sulit dimaafkan?

Mengingat kembali momen perpisahan memang menyakitkan, tetapi ini adalah benteng pertahanan agar Anda tidak terjebak dalam siklus hubungan yang beracun. Tanpa pemahaman yang jelas tentang penyebab kegagalan masa lalu, Anda hanya akan mengulangi naskah yang sama dengan akhir yang tetap menyedihkan.

Tanyakan pada diri Anda, apakah masalah tersebut adalah sesuatu yang bisa diselesaikan atau merupakan perbedaan karakter yang fundamental? Jika penyebab perpisahan masih ada dan belum terselesaikan, maka kembali bersama hanyalah menunda patah hati yang lebih besar di masa depan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore