Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Maret 2026 | 13.43 WIB

Orang yang Selalu Menjelajahi Media Sosial Tapi Tidak Pernah Berkomentar atau Memposting: 7 Ciri Ini Menurut Psikologi

seseorang yang tidak pernah berkomentar atau memposting di media sosial / freepik - Image

seseorang yang tidak pernah berkomentar atau memposting di media sosial / freepik

JawaPos.com - Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Banyak orang aktif berbagi cerita, opini, dan pengalaman mereka secara online. Namun, ada juga kelompok yang berbeda—mereka selalu hadir, selalu melihat, tetapi hampir tidak pernah berkomentar atau memposting apa pun. Mereka sering disebut sebagai silent users atau lurkers.

Secara psikologis, perilaku ini bukan sekadar kebiasaan biasa. Ada pola kepribadian dan kecenderungan mental tertentu yang sering muncul pada individu dengan karakter seperti ini.

Dilansir dari Geediting pada Jumat (20/3), terdapat tujuh ciri yang umumnya dimiliki oleh mereka, menurut perspektif psikologi.

1. Cenderung Introvert dan Menjaga Energi Sosial

Orang yang jarang berinteraksi di media sosial sering kali memiliki kecenderungan introvert. Mereka tidak merasa perlu mengekspresikan diri secara publik untuk merasa “terhubung”.

Bagi mereka, membaca dan mengamati sudah cukup. Interaksi sosial—bahkan yang bersifat digital—tetap membutuhkan energi. Karena itu, mereka memilih untuk menghemat energi dengan tidak terlalu aktif berkomentar atau memposting.

2. Memiliki Kecenderungan Overthinking

Salah satu alasan paling umum seseorang tidak berkomentar adalah karena terlalu banyak berpikir. Mereka mungkin bertanya dalam hati:

“Apakah komentar saya akan dianggap aneh?”

“Bagaimana jika orang lain salah paham?”

“Apakah ini cukup penting untuk dibagikan?”

Proses berpikir yang berlebihan ini membuat mereka akhirnya memilih diam daripada mengambil risiko sosial.

3. Sangat Sadar Akan Penilaian Sosial

Individu ini biasanya memiliki tingkat self-awareness yang tinggi. Mereka sangat menyadari bahwa apa pun yang diposting di media sosial bisa dinilai, dikritik, atau bahkan disalahartikan.

Karena itu, mereka cenderung berhati-hati—bahkan terlalu berhati-hati—hingga akhirnya memilih tidak memposting sama sekali.

4. Lebih Suka Mengamati daripada Berpartisipasi

Secara psikologis, ada tipe kepribadian yang lebih nyaman menjadi pengamat daripada pelaku. Mereka menikmati melihat dinamika sosial, memahami orang lain, dan menyerap informasi tanpa harus terlibat langsung.

Media sosial bagi mereka bukan tempat untuk tampil, melainkan tempat untuk belajar, memahami tren, dan mengamati perilaku manusia.

5. Memiliki Batasan Privasi yang Kuat

Orang yang tidak aktif memposting biasanya sangat menghargai privasi. Mereka tidak merasa perlu membagikan kehidupan pribadi ke publik, bahkan kepada teman sekalipun.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore