
seseorang yang tidak pernah berkomentar atau memposting di media sosial / freepik
JawaPos.com - Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Banyak orang aktif berbagi cerita, opini, dan pengalaman mereka secara online. Namun, ada juga kelompok yang berbeda—mereka selalu hadir, selalu melihat, tetapi hampir tidak pernah berkomentar atau memposting apa pun. Mereka sering disebut sebagai silent users atau lurkers.
Secara psikologis, perilaku ini bukan sekadar kebiasaan biasa. Ada pola kepribadian dan kecenderungan mental tertentu yang sering muncul pada individu dengan karakter seperti ini.
Dilansir dari Geediting pada Jumat (20/3), terdapat tujuh ciri yang umumnya dimiliki oleh mereka, menurut perspektif psikologi.
1. Cenderung Introvert dan Menjaga Energi Sosial
Orang yang jarang berinteraksi di media sosial sering kali memiliki kecenderungan introvert. Mereka tidak merasa perlu mengekspresikan diri secara publik untuk merasa “terhubung”.
Bagi mereka, membaca dan mengamati sudah cukup. Interaksi sosial—bahkan yang bersifat digital—tetap membutuhkan energi. Karena itu, mereka memilih untuk menghemat energi dengan tidak terlalu aktif berkomentar atau memposting.
2. Memiliki Kecenderungan Overthinking
Salah satu alasan paling umum seseorang tidak berkomentar adalah karena terlalu banyak berpikir. Mereka mungkin bertanya dalam hati:
“Apakah komentar saya akan dianggap aneh?”
“Bagaimana jika orang lain salah paham?”
“Apakah ini cukup penting untuk dibagikan?”
Proses berpikir yang berlebihan ini membuat mereka akhirnya memilih diam daripada mengambil risiko sosial.
3. Sangat Sadar Akan Penilaian Sosial
Individu ini biasanya memiliki tingkat self-awareness yang tinggi. Mereka sangat menyadari bahwa apa pun yang diposting di media sosial bisa dinilai, dikritik, atau bahkan disalahartikan.
Karena itu, mereka cenderung berhati-hati—bahkan terlalu berhati-hati—hingga akhirnya memilih tidak memposting sama sekali.
4. Lebih Suka Mengamati daripada Berpartisipasi
Secara psikologis, ada tipe kepribadian yang lebih nyaman menjadi pengamat daripada pelaku. Mereka menikmati melihat dinamika sosial, memahami orang lain, dan menyerap informasi tanpa harus terlibat langsung.
Media sosial bagi mereka bukan tempat untuk tampil, melainkan tempat untuk belajar, memahami tren, dan mengamati perilaku manusia.
5. Memiliki Batasan Privasi yang Kuat
Orang yang tidak aktif memposting biasanya sangat menghargai privasi. Mereka tidak merasa perlu membagikan kehidupan pribadi ke publik, bahkan kepada teman sekalipun.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
