Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Maret 2026 | 22.33 WIB

Orang Berhenti Mengatakan “Saya Baik-Baik Saja” dan Mulai Mengatakan yang Sebenarnya Terjadi, BIasanya Mengembangkan 6 Kepribadian yang Mulai Muncul Menurut Psikologi

seseorang yang sebenarnya tidak baik-baik saja (Freepik/thanyakij-12) - Image

seseorang yang sebenarnya tidak baik-baik saja (Freepik/thanyakij-12)

JawaPos.com - Ada satu kalimat yang hampir semua orang pernah ucapkan: “Saya baik-baik saja.”
Padahal, sering kali itu tidak benar.

Kalimat ini sudah seperti tameng sosial—aman, cepat, dan tidak mengundang pertanyaan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak orang mulai meninggalkan kebiasaan ini. Mereka mulai berbicara lebih jujur tentang perasaan, tekanan, dan kondisi mental mereka.

Menariknya, menurut psikologi, ketika seseorang mulai berhenti berpura-pura “baik-baik saja” dan mulai jujur, ada pola perubahan kepribadian yang sering muncul. Bukan berarti mereka berubah menjadi orang lain—melainkan sisi diri yang sebelumnya tertekan mulai muncul ke permukaan.

Dilansir dari Silicon Canals, terdapat 6 kepribadian yang biasanya mulai berkembang:

1. Si Jujur Emosional (Emotionally Honest Individual)

Orang ini mulai berani mengatakan hal-hal seperti:

“Saya lagi capek banget.”
“Saya sebenarnya lagi sedih.”
“Saya butuh waktu sendiri.”

Kejujuran ini bukan kelemahan—justru tanda kesadaran diri yang tinggi. Dalam psikologi, ini disebut sebagai emotional awareness, yaitu kemampuan mengenali dan mengekspresikan emosi dengan tepat.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore