seseorang yang liburan bersama anak yang sudah dewasa. (Freepik/freepik)
JawaPos.com - Liburan keluarga sering dibayangkan sebagai momen hangat: tawa di meja makan, percakapan santai, dan kenangan indah yang akan dikenang sepanjang hidup. Namun kenyataannya, ketika anak-anak sudah dewasa, dinamika hubungan keluarga juga ikut berubah. Apa yang dulu terasa normal saat mereka kecil, bisa terasa mengekang atau melelahkan ketika mereka sudah memiliki kehidupan, pekerjaan, bahkan keluarga sendiri.
Banyak orang tua tidak menyadari bahwa beberapa kebiasaan kecil selama liburan justru dapat membuat anak-anak dewasa merasa tidak nyaman. Dalam psikologi hubungan keluarga, kualitas kebersamaan tidak hanya ditentukan oleh niat baik, tetapi juga oleh cara kita berinteraksi.
Dilansir dari Expert Editor, jika Anda ingin anak-anak Anda yang sudah dewasa benar-benar menikmati waktu liburan bersama Anda—bukan sekadar datang karena kewajiban—mungkin sudah saatnya untuk mempertimbangkan menghentikan beberapa perilaku berikut.
1. Terlalu Mengontrol Rencana Liburan
Sebagian orang tua merasa bertanggung jawab mengatur seluruh agenda liburan: jam bangun, tempat makan, destinasi wisata, bahkan aktivitas setiap jamnya. Niatnya mungkin baik—agar semuanya berjalan lancar.
Namun bagi anak yang sudah dewasa, kontrol berlebihan bisa terasa seperti kembali ke masa kecil yang penuh aturan.
Psikologi otonomi menjelaskan bahwa orang dewasa membutuhkan rasa kebebasan dalam membuat keputusan. Jika setiap kegiatan sudah diatur tanpa ruang untuk memilih, mereka bisa merasa tidak dihargai sebagai individu yang mandiri.
Cobalah memberi ruang untuk diskusi. Biarkan semua anggota keluarga mengusulkan kegiatan. Dengan begitu, liburan terasa seperti pengalaman bersama, bukan jadwal yang dipaksakan.
2. Mengungkit Masa Lalu Terlalu Sering
Cerita masa kecil memang bisa menyenangkan. Tetapi jika setiap percakapan selalu kembali pada kesalahan lama, kebiasaan buruk, atau fase memalukan anak saat kecil, hal ini bisa membuat mereka tidak nyaman.
Menurut psikologi identitas, orang dewasa ingin dilihat berdasarkan siapa mereka sekarang, bukan hanya berdasarkan masa lalu.
Mengenang kenangan lucu sesekali tidak masalah. Namun hindari menjadikan masa lalu sebagai label yang terus melekat.
3. Mengkritik Pilihan Hidup Mereka
Topik seperti karier, pasangan, cara mengasuh anak, atau keputusan hidup lainnya sering muncul saat liburan keluarga. Tanpa disadari, komentar yang terdengar seperti saran bisa terasa seperti kritik.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
