
Ilustrasi seseorang yang kerap melakukan gaslighting, membuat pasangannya meragukan ingatan dan persepsi diri sendiri. (Freepik)
JawaPos.com — Gaslighting merupakan bentuk manipulasi psikologis di mana seseorang sengaja membuat pasangannya meragukan ingatan, persepsi, atau realitas mereka sendiri.
Fenomena ini sering terjadi dalam hubungan personal, di mana tingkat kepercayaan tinggi justru dimanfaatkan untuk menciptakan ketidakpastian.
Banyak korban gaslighting awalnya merasa yakin dengan ingatan mereka, namun perilaku manipulatif pasangan perlahan-lahan membuat mereka mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi.
Penelitian menunjukkan bahwa manusia memiliki memori yang rentan terhadap distorsi. Ingatan bisa berubah karena lupa atau tekanan, dan pelaku gaslighting atau gaslighter memanfaatkan celah ini untuk menanamkan versi kenyataan yang menguntungkan mereka.
Baca Juga:8 Ciri Kepribadian Orang yang Mengenakan Pakaian yang Sama Setiap Hari, Psikologi Ungkap Hal ini
Melansir Psychology Today, Senin (16/3), studi Universitas Sydney yang dipimpin Lillian Darke mengungkap bahwa pasangan yang mengalami gaslighting cenderung percaya pada versi ingatan yang dimanipulasi karena kesetiaan dan kepercayaan mereka terhadap pelaku.
Penelitian ini menunjukkan bagaimana seseorang bisa secara sistematis mengubah persepsi pasangan mereka terhadap realitas.
1. Memanfaatkan Mekanisme Gaslighting Melalui Ingatan yang Rentan
Gaslighter memanfaatkan fakta bahwa ingatan manusia tidak sempurna. Misalnya, pasangan bisa saja menanyakan sesuatu yang membuat tidak nyaman, namun kemudian menegaskan bahwa pertanyaan itu tidak pernah terjadi.
Korban, yang awalnya yakin, mulai meragukan ingatannya sendiri dan lebih mempercayai versi cerita sang pelaku. Dalam jangka panjang, hal ini mengikis kepercayaan diri dan kemampuan korban menilai kenyataan.
2. Sengaja Memutarbalikkan Ingatan Pasangan untuk Menguasai Persepsi

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
