Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Maret 2026 | 05.28 WIB

Jika Anda Ingin Pasangan Anda Berhenti Mengatakan “Tidak Ada Apa-apa” Saat Anda Bertanya Apa yang Salah, Ucapkan Selamat Tinggal pada 8 Reaksi Ini Menurut Psikologi

seseorang yang memiliki pasangan yang selalu berkata tidak ada apa-apa. (Freepik/pressfoto) - Image

seseorang yang memiliki pasangan yang selalu berkata tidak ada apa-apa. (Freepik/pressfoto)


JawaPos.com - Dalam banyak hubungan, ada satu kalimat yang hampir selalu memicu kebingungan: “Tidak ada apa-apa.” Anda tahu pasangan Anda sedang tidak baik-baik saja. Nada suaranya berubah, ekspresinya berbeda, atau sikapnya terasa lebih dingin dari biasanya. Namun ketika Anda bertanya, jawabannya tetap sama: “Tidak ada apa-apa.”

Situasi ini sering membuat frustasi. Anda mungkin merasa pasangan Anda menutup diri, tidak jujur, atau bahkan sengaja membuat Anda menebak-nebak. Namun menurut psikologi hubungan, respons seperti ini sering kali bukan karena pasangan tidak ingin berbicara, tetapi karena cara kita merespons emosi mereka membuat mereka merasa tidak aman untuk terbuka.

Banyak orang tanpa sadar menunjukkan reaksi tertentu yang membuat pasangan semakin menutup diri. Jika Anda ingin pasangan lebih terbuka tentang perasaannya, langkah pertama bukan memaksa mereka bicara—melainkan mengubah reaksi Anda sendiri.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat delapan reaksi yang sebaiknya Anda tinggalkan jika ingin pasangan berhenti mengatakan “tidak ada apa-apa”.

1. Terlalu Mendesak untuk Mendapat Jawaban

Ketika Anda merasa ada yang salah, wajar jika Anda ingin langsung mengetahui penyebabnya. Namun terus-menerus bertanya seperti:

“Ada apa sih?”

“Kamu marah ya?”

“Kenapa sih kamu begini?”

bisa membuat pasangan merasa diinterogasi, bukan dipahami.

Psikologi komunikasi menunjukkan bahwa ketika seseorang merasa tertekan untuk menjelaskan emosinya sebelum ia siap, otaknya akan masuk ke mode defensif. Akibatnya, jawaban paling mudah adalah menutup percakapan dengan kalimat singkat: “Tidak ada apa-apa.”

Memberi ruang bukan berarti Anda tidak peduli. Justru dengan memberi waktu, Anda menunjukkan bahwa Anda menghargai proses emosional pasangan.

2. Langsung Menyimpulkan Sendiri

Beberapa orang mencoba “membantu” dengan menebak penyebab masalah.

Contohnya:

“Kamu pasti kesal karena pekerjaan.”

“Ini pasti karena aku pulang telat, kan?”

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore