Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 Maret 2026, 05.23 WIB

Jika Anda Kurang Peduli terhadap 8 Hal Ini, Anda Justru Akan Mendapatkan Lebih Banyak Rasa Hormat dan Pengaruh Menurut Psikologi

seseorang yang mendapatkan lebih banyak rasa hormat. (Freepik/namii9) - Image

seseorang yang mendapatkan lebih banyak rasa hormat. (Freepik/namii9)

JawaPos.com - Dalam kehidupan sosial, banyak orang percaya bahwa untuk dihormati dan berpengaruh kita harus selalu menyenangkan semua orang, memperhatikan setiap komentar, dan mencoba memenuhi semua harapan. Namun berbagai konsep dalam bidang Psikologi Sosial menunjukkan hal yang sedikit berbeda: orang yang terlalu berusaha menyenangkan semua pihak justru sering dianggap kurang tegas, kurang percaya diri, bahkan mudah dimanfaatkan.

Menariknya, beberapa penelitian dalam Psikologi Kepribadian menemukan bahwa orang yang mampu melepaskan kepedulian terhadap hal-hal tertentu justru terlihat lebih kuat, lebih stabil secara emosional, dan lebih dihormati oleh orang lain.

Tentu saja, ini bukan berarti kita harus menjadi orang yang tidak peduli sama sekali. Intinya adalah memilih dengan bijak apa yang layak mendapatkan perhatian dan energi kita.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat delapan hal yang, menurut psikologi, tidak perlu terlalu Anda pedulikan jika ingin mendapatkan lebih banyak rasa hormat dan pengaruh.

1. Pendapat Semua Orang tentang Anda

Salah satu kebiasaan yang paling menguras energi mental adalah mencoba membuat semua orang menyukai kita. Dalam realitas sosial, hal itu hampir mustahil.

Dalam Teori Identitas Sosial dijelaskan bahwa setiap orang memiliki kelompok, nilai, dan perspektif berbeda. Artinya, apa pun yang Anda lakukan, selalu akan ada orang yang tidak setuju.

Orang yang dihormati biasanya tidak berusaha mengontrol opini semua orang. Mereka fokus pada nilai pribadi dan tujuan hidupnya. Ketika seseorang terlihat yakin dengan dirinya sendiri, orang lain cenderung lebih menghormatinya.

2. Kebutuhan untuk Selalu Disukai

Banyak orang terjebak dalam kebiasaan mengatakan “ya” pada segala permintaan karena takut dianggap tidak baik.

Namun dalam Self-Determination Theory, kebutuhan akan otonomi merupakan faktor penting bagi kesejahteraan psikologis. Orang yang mampu menetapkan batasan pribadi (boundaries) justru dianggap lebih kuat dan dapat dipercaya.

Menolak dengan sopan tidak membuat Anda buruk. Justru itu menunjukkan bahwa Anda menghargai waktu dan energi Anda sendiri.

3. Kesalahan Masa Lalu

Banyak orang terus memikirkan kesalahan lama dan merasa malu karenanya. Padahal, psikologi melihat kesalahan sebagai bagian alami dari proses belajar.

Dalam Growth Mindset yang dipopulerkan oleh Carol Dweck, kegagalan bukanlah identitas seseorang, melainkan informasi untuk berkembang.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore