Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 Maret 2026 | 18.39 WIB

Orang yang Mendidik Diri Sendiri Melalui Membaca dan Rasa Ingin Tahu Mengembangkan 8 Pola Kognitif Ini Menurut Psikologi

seseorang yang mendidik diri sendiri melalui membaca. (Freepik/The Yuri Arcurs Collection) - Image

seseorang yang mendidik diri sendiri melalui membaca. (Freepik/The Yuri Arcurs Collection)


JawaPos.com - Di banyak budaya modern, pendidikan sering diukur melalui gelar akademik. Namun sejarah menunjukkan bahwa banyak pemikir besar membangun kecerdasannya bukan dari ruang kuliah, melainkan dari rasa ingin tahu yang tak pernah padam. Mereka belajar secara mandiri—melalui membaca, mengamati, bereksperimen, dan terus bertanya.

Psikologi kognitif menjelaskan bahwa proses belajar mandiri semacam ini dapat membentuk pola berpikir yang khas. Orang yang mendidik dirinya sendiri melalui membaca dan eksplorasi intelektual cenderung mengembangkan kemampuan mental tertentu yang membuat mereka berpikir lebih fleksibel, mendalam, dan kreatif.

Dilansir dari Silicon Canals, terdapat delapan pola kognitif yang sering muncul pada individu autodidak menurut perspektif psikologi.

1. Rasa Ingin Tahu Epistemik yang Tinggi

Dalam psikologi, ada konsep yang disebut epistemic curiosity, yaitu dorongan untuk mencari pengetahuan demi memahami dunia. Individu autodidak biasanya memiliki rasa ingin tahu yang kuat terhadap berbagai topik, bahkan di luar bidang yang praktis.

Alih-alih belajar hanya untuk ujian atau pekerjaan, mereka membaca karena ingin memahami. Otak mereka terbiasa mengejar pertanyaan seperti:

“Mengapa fenomena ini terjadi?”

“Bagaimana ide ini berkembang dalam sejarah?”

“Apa hubungan antara konsep yang berbeda?”

Rasa ingin tahu ini menjadi mesin utama yang menggerakkan proses belajar sepanjang hidup.

2. Kemampuan Berpikir Interdisipliner

Orang yang belajar sendiri jarang membatasi diri pada satu bidang. Mereka membaca sejarah, sains, filsafat, psikologi, ekonomi, hingga sastra.

Akibatnya, mereka sering mengembangkan interdisciplinary thinking, yaitu kemampuan menghubungkan ide dari berbagai disiplin ilmu.

Misalnya:

Menggunakan konsep evolusi untuk memahami perilaku manusia.

Menghubungkan ekonomi dengan psikologi keputusan.

Mengaitkan sejarah dengan perkembangan teknologi.

Psikologi kognitif menunjukkan bahwa koneksi lintas bidang ini meningkatkan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah.

3. Metakognisi yang Kuat

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore