
seseorang yang mendidik diri sendiri melalui membaca. (Freepik/The Yuri Arcurs Collection)
JawaPos.com - Di banyak budaya modern, pendidikan sering diukur melalui gelar akademik. Namun sejarah menunjukkan bahwa banyak pemikir besar membangun kecerdasannya bukan dari ruang kuliah, melainkan dari rasa ingin tahu yang tak pernah padam. Mereka belajar secara mandiri—melalui membaca, mengamati, bereksperimen, dan terus bertanya.
Psikologi kognitif menjelaskan bahwa proses belajar mandiri semacam ini dapat membentuk pola berpikir yang khas. Orang yang mendidik dirinya sendiri melalui membaca dan eksplorasi intelektual cenderung mengembangkan kemampuan mental tertentu yang membuat mereka berpikir lebih fleksibel, mendalam, dan kreatif.
Dilansir dari Silicon Canals, terdapat delapan pola kognitif yang sering muncul pada individu autodidak menurut perspektif psikologi.
1. Rasa Ingin Tahu Epistemik yang Tinggi
Dalam psikologi, ada konsep yang disebut epistemic curiosity, yaitu dorongan untuk mencari pengetahuan demi memahami dunia. Individu autodidak biasanya memiliki rasa ingin tahu yang kuat terhadap berbagai topik, bahkan di luar bidang yang praktis.
Alih-alih belajar hanya untuk ujian atau pekerjaan, mereka membaca karena ingin memahami. Otak mereka terbiasa mengejar pertanyaan seperti:
“Mengapa fenomena ini terjadi?”
“Bagaimana ide ini berkembang dalam sejarah?”
“Apa hubungan antara konsep yang berbeda?”
Rasa ingin tahu ini menjadi mesin utama yang menggerakkan proses belajar sepanjang hidup.
2. Kemampuan Berpikir Interdisipliner
Orang yang belajar sendiri jarang membatasi diri pada satu bidang. Mereka membaca sejarah, sains, filsafat, psikologi, ekonomi, hingga sastra.
Akibatnya, mereka sering mengembangkan interdisciplinary thinking, yaitu kemampuan menghubungkan ide dari berbagai disiplin ilmu.
Misalnya:
Menggunakan konsep evolusi untuk memahami perilaku manusia.
Menghubungkan ekonomi dengan psikologi keputusan.
Mengaitkan sejarah dengan perkembangan teknologi.
Psikologi kognitif menunjukkan bahwa koneksi lintas bidang ini meningkatkan kreativitas dan kemampuan memecahkan masalah.
3. Metakognisi yang Kuat
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022