
Seseorang yang tidak membutuhkan validasi terus-menerus (Freepik/drobotdean)
JawaPos.com - Di era media sosial dan kehidupan yang serba terlihat oleh publik, banyak orang tanpa sadar mencari validasi dari orang lain. Like, komentar, pujian, atau pengakuan sering kali menjadi ukuran apakah seseorang merasa cukup berharga atau tidak. Namun dalam psikologi, ada tipe individu yang tidak terlalu bergantung pada validasi eksternal. Mereka tetap percaya diri, tenang, dan konsisten meskipun tidak selalu mendapatkan pengakuan dari orang lain.
Psikologi menyebut bahwa orang yang memiliki self-worth yang sehat biasanya tidak terus-menerus mencari persetujuan dari lingkungan sekitar. Mereka tetap terbuka terhadap masukan, tetapi tidak menjadikan opini orang lain sebagai sumber utama harga diri.
Dilansir dari Silicon Canals, terdapat 9 ciri kepribadian yang biasanya dimiliki orang yang tidak membutuhkan validasi terus-menerus menurut psikologi.
1. Memiliki rasa percaya diri yang berasal dari dalam diri
Orang yang tidak bergantung pada validasi eksternal biasanya memiliki self-confidence yang bersumber dari dalam diri. Mereka memahami nilai diri mereka sendiri tanpa harus terus-menerus mendengar pujian dari orang lain.
Bukan berarti mereka merasa paling hebat. Sebaliknya, mereka hanya tahu apa kelebihan dan kekurangannya. Ketika seseorang memuji mereka, mereka menghargainya. Namun jika tidak ada pujian pun, mereka tetap merasa cukup.
Rasa percaya diri yang sehat ini membuat mereka tidak mudah goyah oleh kritik atau penilaian sosial.
2. Nyaman menjadi diri sendiri
Salah satu tanda paling jelas adalah autentisitas. Orang seperti ini tidak merasa perlu mengubah kepribadian hanya agar diterima oleh lingkungan.
Mereka tidak berpura-pura menyukai sesuatu hanya karena itu sedang populer. Mereka juga tidak takut terlihat berbeda.
Psikologi menunjukkan bahwa orang yang autentik cenderung memiliki kesehatan mental yang lebih stabil karena mereka tidak terus-menerus memainkan “peran sosial”.
3. Tidak takut dengan ketidaksetujuan
Orang yang membutuhkan validasi biasanya merasa tidak nyaman ketika ada orang yang tidak setuju dengan mereka. Sebaliknya, individu yang mandiri secara emosional memahami bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang normal.
Mereka tidak melihat ketidaksetujuan sebagai serangan pribadi. Sebaliknya, mereka memandangnya sebagai sudut pandang lain yang bisa dipertimbangkan.
Karena itu, mereka tetap tenang dalam diskusi atau perdebatan.
