
Ilustrasi seseorang yang menua tanpa merasa pahit (Freepik/jcomp)
JawaPos.com - Tidak semua orang yang menua menjadi lebih bijak. Sebagian orang justru membawa rasa penyesalan, kekecewaan, atau bahkan kepahitan seiring bertambahnya usia.
Namun menariknya, banyak juga orang yang mencapai usia 70 tahun dengan hati yang tetap ringan, pikiran yang jernih, dan kehidupan yang terasa damai.
Dalam dunia Psikologi, para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang tetap bahagia di usia lanjut bukanlah mereka yang hidupnya selalu sempurna.
Justru kebanyakan dari mereka pernah mengalami kegagalan, kehilangan, dan berbagai tantangan hidup. Yang membedakan adalah cara mereka memandang dan merespons pengalaman tersebut.
Beberapa studi dalam bidang Psikologi Positif menunjukkan bahwa orang yang menua tanpa rasa pahit biasanya memiliki pola pikir dan kebiasaan emosional tertentu. Pola inilah yang membuat mereka mampu menerima kehidupan apa adanya dan tetap merasa puas dengan perjalanan hidupnya.
Dilansir dari Silicon Canals pada Senin (9/3), terdapat tujuh ciri yang paling sering ditemukan pada orang-orang yang mencapai usia 70 tahun tanpa membawa kepahitan dalam hidupnya.
1. Mereka Mampu Menerima Masa Lalu
Salah satu ciri paling kuat dari orang yang menua dengan damai adalah kemampuan untuk menerima masa lalu.
Setiap orang pasti memiliki kesalahan, penyesalan, atau keputusan yang seandainya bisa diulang mungkin akan dilakukan secara berbeda. Namun orang yang bahagia di usia tua tidak terjebak dalam pikiran “seandainya dulu…”.
Dalam teori perkembangan psikologis yang dikemukakan oleh Erik Erikson, tahap terakhir kehidupan disebut sebagai ego integrity vs despair. Pada tahap ini, seseorang menilai kembali seluruh perjalanan hidupnya.
Jika seseorang mampu melihat hidupnya sebagai sebuah perjalanan yang bermakna—dengan segala keberhasilan maupun kegagalan—maka ia akan merasakan kedamaian. Sebaliknya, jika ia terus menyesali masa lalu, maka yang muncul adalah rasa putus asa.
Orang yang tidak pahit di usia 70 biasanya telah berdamai dengan cerita hidup mereka.
2. Mereka Tidak Terlalu Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Banyak rasa pahit dalam hidup muncul dari kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain.
Ketika seseorang terus melihat keberhasilan orang lain sebagai ukuran nilai dirinya, maka ia mudah merasa gagal, tertinggal, atau tidak cukup baik.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
