Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Maret 2026 | 03.32 WIB

Orang-orang yang Diberi Tanggung Jawab Paling Besar Saat Masih Kecil di Keluarga, Biasanya Menunjukkan 8 Perilaku Ini saat Dewasa Menurut Psikologi 

Ilustrasi seseorang yang diberi tanggung jawab paling besar (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang diberi tanggung jawab paling besar (Freepik)

JawaPos.com - Dalam banyak keluarga, terutama dalam budaya yang menjunjung tinggi kebersamaan dan tanggung jawab kolektif, sering kali ada satu anak yang “dipilih” secara tidak langsung untuk memikul tanggung jawab lebih besar dibandingkan saudara lainnya. Anak ini bisa jadi adalah anak sulung, atau anak yang dianggap paling bisa diandalkan. Mereka diminta menjaga adik, membantu orang tua, menjadi penengah konflik keluarga, bahkan terkadang ikut memikul beban emosional orang dewasa.

Dari sudut pandang psikologi perkembangan, pengalaman ini membentuk pola pikir, emosi, dan perilaku yang terbawa hingga masa dewasa. Fenomena ini sering dikaitkan dengan konsep parentification, yaitu kondisi ketika seorang anak mengambil peran yang seharusnya dijalankan oleh orang dewasa dalam keluarga.

Menariknya, orang-orang yang sejak kecil memikul tanggung jawab besar sering menunjukkan pola perilaku yang mirip ketika mereka dewasa. Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (7/3), terdapat delapan perilaku yang sering muncul.


1. Terbiasa Menjadi Orang yang “Paling Bisa Diandalkan”


Salah satu ciri paling jelas adalah kecenderungan menjadi orang yang selalu bisa diandalkan. Sejak kecil mereka sudah terbiasa diminta membantu, menyelesaikan masalah, dan mengambil tanggung jawab.

Akibatnya, saat dewasa mereka sering menjadi orang yang paling dipercaya di tempat kerja, dalam pertemanan, maupun dalam keluarga.

Namun ada sisi lain dari karakter ini. Mereka kadang merasa sulit mengatakan “tidak”. Ketika orang lain meminta bantuan, mereka secara otomatis merasa harus membantu, bahkan jika hal itu membuat mereka kelelahan secara mental.

2. Perfeksionis dan Sangat Bertanggung Jawab

Anak yang sejak kecil diberi tanggung jawab besar sering merasa bahwa kesalahan bukanlah pilihan. Mereka terbiasa berpikir bahwa jika mereka gagal, orang lain akan terkena dampaknya.

Pola pikir ini sering berkembang menjadi perfeksionisme saat dewasa. Mereka ingin memastikan semuanya berjalan dengan benar, terorganisir, dan sesuai rencana.

Di satu sisi ini membuat mereka sangat disiplin dan profesional. Namun di sisi lain, mereka bisa menjadi terlalu keras pada diri sendiri.

3. Sulit Meminta Bantuan


Karena terbiasa menjadi “penopang” bagi orang lain, banyak dari mereka yang kesulitan meminta bantuan.

Sejak kecil mereka belajar bahwa mereka adalah orang yang membantu, bukan orang yang dibantu. Pola ini terbawa hingga dewasa, membuat mereka sering memendam masalah sendiri.

Bahkan ketika mereka benar-benar membutuhkan dukungan, mereka cenderung berkata, “Aku bisa mengatasinya sendiri.”

4. Sangat Peka Terhadap Emosi Orang Lain


Ketika seorang anak tumbuh dalam lingkungan yang membuatnya harus memahami suasana hati orang tua atau anggota keluarga lain, mereka menjadi sangat peka terhadap perubahan emosi.

Mereka bisa dengan cepat membaca ekspresi wajah, nada suara, atau bahasa tubuh seseorang.

Keterampilan ini membuat mereka sering menjadi pendengar yang baik dan mediator konflik. Namun, sensitivitas emosional yang tinggi juga dapat membuat mereka mudah merasa terbebani oleh emosi orang lain.

5. Cenderung Mengutamakan Orang Lain

Banyak orang yang memikul tanggung jawab besar sejak kecil terbiasa menempatkan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan diri sendiri.

Mereka merasa bertanggung jawab atas kesejahteraan orang lain, bahkan ketika sebenarnya itu bukan tanggung jawab mereka.

Akibatnya, mereka sering lupa merawat diri sendiri atau mengabaikan kebutuhan emosional pribadi.

6. Memiliki Kemandirian yang Sangat Kuat


Sisi positif yang sering muncul adalah tingkat kemandirian yang tinggi. Mereka terbiasa mengurus banyak hal sendiri sejak usia muda.

Saat dewasa, mereka biasanya mampu mengambil keputusan, mengatur hidup, dan menghadapi tantangan tanpa terlalu bergantung pada orang lain.

Hal ini membuat mereka sering terlihat sangat matang dibandingkan orang lain seusianya.

7. Merasa Bertanggung Jawab atas Kebahagiaan Orang Lain


Beberapa orang yang tumbuh dengan tanggung jawab besar merasa bahwa mereka harus menjaga agar semua orang tetap baik-baik saja.

Mereka mungkin merasa bersalah jika seseorang di sekitarnya sedih, marah, atau kecewa.

Padahal dalam realitas psikologis, setiap orang bertanggung jawab atas emosinya sendiri. Namun pola yang terbentuk sejak kecil sering membuat mereka merasa harus “memperbaiki” perasaan orang lain.

8. Sangat Tangguh, tetapi Diam-diam Mudah Lelah


Banyak dari mereka terlihat sangat kuat di luar. Mereka mampu menghadapi tekanan, bekerja keras, dan tetap tenang dalam situasi sulit.

Namun di balik ketangguhan itu, ada kalanya mereka menyimpan kelelahan emosional yang tidak terlihat.

Karena terbiasa menahan beban sendiri, mereka jarang menunjukkan sisi rapuh kepada orang lain.

Penutup


Menjadi anak yang diberi tanggung jawab besar sejak kecil bukanlah sesuatu yang sepenuhnya buruk. Banyak orang dari latar belakang ini tumbuh menjadi individu yang tangguh, empatik, dan sangat bertanggung jawab.

Namun penting juga untuk memahami bahwa mereka berhak memiliki ruang untuk beristirahat, meminta bantuan, dan memprioritaskan diri sendiri.

Dalam psikologi, proses menyadari pola-pola ini adalah langkah pertama menuju keseimbangan emosional yang lebih sehat. Ketika seseorang belajar bahwa mereka tidak harus memikul semuanya sendiri, mereka bisa menjalani hidup dengan lebih ringan dan lebih bahagia.***

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore