
seseorang yang selalu membawa uang tunai (Freepik/syda_productions)
JawaPos.com - Di era dompet digital, kartu debit, QR code, dan transfer instan, membawa uang tunai mungkin terlihat kuno bagi sebagian orang. Namun, masih banyak individu yang tetap menyelipkan beberapa lembar uang kertas di dompet atau tas mereka—meskipun pada akhirnya jarang dipakai.
Menariknya, kebiasaan kecil ini bisa mencerminkan aspek tertentu dari kepribadian seseorang. Dalam psikologi kepribadian, perilaku sehari-hari sering kali menjadi jendela untuk memahami bagaimana seseorang berpikir, merasa, dan mengambil keputusan.
Dilansir dari Silicon Canals pada Selasa (3/3), terdapat 8 ciri kepribadian yang sering dimiliki oleh orang yang selalu membawa uang tunai, meskipun jarang menggunakannya.
1. Berorientasi pada Rasa Aman (Security-Oriented)
Membawa uang tunai memberi rasa kontrol dan keamanan. Secara psikologis, ini berkaitan dengan kebutuhan akan kepastian.
Orang seperti ini cenderung tidak nyaman sepenuhnya bergantung pada sistem digital. Mereka memahami bahwa mesin bisa error, sinyal bisa hilang, atau kartu bisa tertinggal. Uang tunai menjadi “backup plan” yang menenangkan pikiran mereka.
Ini bukan berarti mereka paranoid, melainkan memiliki kecenderungan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.
2. Cenderung Berpikir Antisipatif
Dalam teori sifat kepribadian seperti Big Five Personality Traits, aspek conscientiousness (kehati-hatian dan perencanaan) sering terlihat dalam kebiasaan kecil sehari-hari.
Membawa uang tunai meski jarang dipakai menunjukkan bahwa seseorang terbiasa berpikir ke depan. Mereka suka bersiap sebelum masalah muncul. Kebiasaan ini mencerminkan pola pikir: “Lebih baik punya dan tidak perlu, daripada perlu dan tidak punya.”
3. Menghargai Kemandirian
Uang tunai memberi otonomi penuh. Tidak perlu baterai, koneksi internet, atau persetujuan sistem.
Orang yang selalu membawa uang tunai sering kali memiliki kebutuhan kuat untuk tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi atau pihak lain. Mereka menghargai kemampuan untuk bertindak kapan saja tanpa hambatan eksternal.
Dalam psikologi, ini berkaitan dengan kebutuhan dasar akan otonomi yang dijelaskan dalam Self-Determination Theory.
4. Memiliki Kontrol Diri dalam Keuangan
Menariknya, banyak penelitian menunjukkan bahwa membayar dengan uang tunai terasa “lebih nyata” dibandingkan pembayaran digital. Saat melihat uang fisik berpindah tangan, otak lebih sadar akan pengeluaran.
Orang yang membawa uang tunai tetapi jarang menggunakannya sering kali adalah tipe yang sadar finansial. Mereka tidak impulsif. Mereka membawa uang sebagai cadangan, bukan sebagai alat untuk belanja spontan.
Kebiasaan ini bisa menjadi tanda kontrol diri yang baik.
5. Tidak Mudah Terpengaruh Tren
Di tengah arus digitalisasi, tetap membawa uang tunai menunjukkan bahwa seseorang tidak selalu mengikuti tren hanya karena semua orang melakukannya.
Secara psikologis, ini berkaitan dengan independensi dalam pengambilan keputusan. Mereka mempertimbangkan apa yang nyaman dan masuk akal bagi diri sendiri, bukan sekadar mengikuti norma sosial.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
