Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Maret 2026 | 16.46 WIB

Orang yang Selalu Membawa Uang Tunai Meski Jarang Menggunakannya Ternyata Menunjukkan 8 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi

seseorang yang selalu membawa uang tunai (Freepik/syda_productions) - Image

seseorang yang selalu membawa uang tunai (Freepik/syda_productions)

JawaPos.com - Di era dompet digital, kartu debit, QR code, dan transfer instan, membawa uang tunai mungkin terlihat kuno bagi sebagian orang. Namun, masih banyak individu yang tetap menyelipkan beberapa lembar uang kertas di dompet atau tas mereka—meskipun pada akhirnya jarang dipakai.

Menariknya, kebiasaan kecil ini bisa mencerminkan aspek tertentu dari kepribadian seseorang. Dalam psikologi kepribadian, perilaku sehari-hari sering kali menjadi jendela untuk memahami bagaimana seseorang berpikir, merasa, dan mengambil keputusan.

Dilansir dari Silicon Canals pada Selasa (3/3), terdapat 8 ciri kepribadian yang sering dimiliki oleh orang yang selalu membawa uang tunai, meskipun jarang menggunakannya.

1. Berorientasi pada Rasa Aman (Security-Oriented)

Membawa uang tunai memberi rasa kontrol dan keamanan. Secara psikologis, ini berkaitan dengan kebutuhan akan kepastian.

Orang seperti ini cenderung tidak nyaman sepenuhnya bergantung pada sistem digital. Mereka memahami bahwa mesin bisa error, sinyal bisa hilang, atau kartu bisa tertinggal. Uang tunai menjadi “backup plan” yang menenangkan pikiran mereka.

Ini bukan berarti mereka paranoid, melainkan memiliki kecenderungan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

2. Cenderung Berpikir Antisipatif

Dalam teori sifat kepribadian seperti Big Five Personality Traits, aspek conscientiousness (kehati-hatian dan perencanaan) sering terlihat dalam kebiasaan kecil sehari-hari.

Membawa uang tunai meski jarang dipakai menunjukkan bahwa seseorang terbiasa berpikir ke depan. Mereka suka bersiap sebelum masalah muncul. Kebiasaan ini mencerminkan pola pikir: “Lebih baik punya dan tidak perlu, daripada perlu dan tidak punya.”

3. Menghargai Kemandirian

Uang tunai memberi otonomi penuh. Tidak perlu baterai, koneksi internet, atau persetujuan sistem.

Orang yang selalu membawa uang tunai sering kali memiliki kebutuhan kuat untuk tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi atau pihak lain. Mereka menghargai kemampuan untuk bertindak kapan saja tanpa hambatan eksternal.

Dalam psikologi, ini berkaitan dengan kebutuhan dasar akan otonomi yang dijelaskan dalam Self-Determination Theory.

4. Memiliki Kontrol Diri dalam Keuangan

Menariknya, banyak penelitian menunjukkan bahwa membayar dengan uang tunai terasa “lebih nyata” dibandingkan pembayaran digital. Saat melihat uang fisik berpindah tangan, otak lebih sadar akan pengeluaran.

Orang yang membawa uang tunai tetapi jarang menggunakannya sering kali adalah tipe yang sadar finansial. Mereka tidak impulsif. Mereka membawa uang sebagai cadangan, bukan sebagai alat untuk belanja spontan.

Kebiasaan ini bisa menjadi tanda kontrol diri yang baik.

5. Tidak Mudah Terpengaruh Tren

Di tengah arus digitalisasi, tetap membawa uang tunai menunjukkan bahwa seseorang tidak selalu mengikuti tren hanya karena semua orang melakukannya.

Secara psikologis, ini berkaitan dengan independensi dalam pengambilan keputusan. Mereka mempertimbangkan apa yang nyaman dan masuk akal bagi diri sendiri, bukan sekadar mengikuti norma sosial.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore