Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Maret 2026 | 16.01 WIB

Orang yang Selalu Mengecilkan Volume TV Saat Mencoba Mengingat Sesuatu Ternyata Memiliki 7 Ciri Kognitif Ini Menurut Psikologi

seseorang yang mengecilkan volume tv saat mengingat (Freepik/stockking) - Image

seseorang yang mengecilkan volume tv saat mengingat (Freepik/stockking)



JawaPos.com - Pernahkah Anda memperhatikan seseorang yang secara refleks mengecilkan volume TV ketika sedang mencoba mengingat sesuatu?
 
Misalnya saat mengingat nama seseorang, PIN ATM, atau detail kejadian tertentu. Sekilas terlihat seperti kebiasaan kecil yang aneh. Namun dalam perspektif psikologi kognitif, perilaku ini justru sangat menarik.

Penelitian tentang perhatian, memori kerja, dan beban kognitif, yang banyak dipelopori oleh tokoh seperti Alan Baddeley dan George A. Miller—menunjukkan bahwa otak manusia memiliki kapasitas terbatas dalam memproses informasi. Ketika seseorang mengecilkan suara di sekitarnya untuk berpikir, itu bukan sekadar kebiasaan. Itu adalah strategi mental.

Dilansir dari Silicon Canals, terdapat 7 ciri kognitif yang sering dimiliki oleh orang dengan kebiasaan tersebut:

1. Kesadaran Tinggi terhadap Beban Kognitif


Konsep cognitive load theory menjelaskan bahwa otak hanya mampu menangani sejumlah informasi dalam satu waktu. Saat suara TV tetap keras, otak tetap memproses suara itu—meskipun kita merasa tidak memperhatikannya.

Orang yang mengecilkan volume secara otomatis biasanya:

Sadar bahwa gangguan suara menguras kapasitas mental

Ingin mengoptimalkan ruang mental untuk mengingat informasi

Ini menunjukkan metacognitive awareness—kesadaran tentang cara kerja pikirannya sendiri.

2. Memiliki Memori Kerja yang Aktif dan Sensitif terhadap Gangguan

Menurut model memori kerja dari Alan Baddeley, ada komponen bernama phonological loop yang memproses informasi verbal. Suara TV bisa “bersaing” dengan informasi yang sedang dicoba untuk diingat.

Orang yang langsung mengecilkan volume biasanya:

Mengandalkan pengulangan verbal dalam kepala

Sensitif terhadap interferensi suara

Secara intuitif melindungi proses internal mereka

3. Kemampuan Fokus Selektif yang Kuat

Fokus selektif adalah kemampuan menyaring stimulus yang tidak relevan. Namun, menyaring secara mental membutuhkan energi.

Alih-alih memaksakan diri untuk mengabaikan suara TV, mereka memilih solusi lebih efisien: menghilangkan sumber gangguan.

Ini menunjukkan:

Strategi kognitif yang adaptif

Efisiensi dalam pengelolaan perhatian

Pengambilan keputusan cepat berbasis tujuan

4. Gaya Berpikir Mendalam (Deep Processing)


Dalam teori pemrosesan informasi, semakin dalam kita memproses suatu informasi, semakin kuat jejak memorinya.

Orang yang butuh suasana tenang untuk mengingat cenderung:

Menggunakan elaborasi mental

Membentuk asosiasi kompleks

Mengaktifkan jaringan memori yang lebih luas

Mereka tidak hanya mengingat secara dangkal, tetapi mencoba “menggali”.

5. Sensitivitas Sensorik yang Lebih Tinggi

Sebagian orang memiliki tingkat sensitivitas sensorik yang lebih tinggi. Suara latar yang bagi orang lain biasa saja bisa terasa mengganggu bagi mereka.

Ini tidak berarti lemah—justru sering berkaitan dengan:

Kepekaan detail

Kesadaran lingkungan tinggi

Respons neurologis yang cepat terhadap stimulus

Dalam konteks kognitif, ini membuat mereka lebih cepat menyadari bahwa suara mengganggu proses berpikir.

6. Regulasi Diri (Self-Regulation) yang Baik


Alih-alih mengeluh atau menyalahkan keadaan karena tidak bisa mengingat sesuatu, mereka mengambil tindakan langsung: mengecilkan volume.

Ini menunjukkan:

Kontrol diri

Inisiatif mengatur lingkungan

Kemampuan mengelola kondisi eksternal demi tujuan internal

Psikologi modern menekankan bahwa keberhasilan kognitif sering kali bukan soal kecerdasan murni, tetapi kemampuan mengatur kondisi belajar dan berpikir.

7. Orientasi pada Akurasi daripada Kecepatan


Orang yang tidak peduli pada gangguan biasanya tetap menjawab meski ragu. Sebaliknya, orang yang mengecilkan volume sering kali ingin memastikan jawabannya tepat.

Ciri ini berhubungan dengan:

Standar internal tinggi

Kecenderungan reflektif

Pengambilan keputusan yang hati-hati

Dalam banyak kasus, tipe ini unggul dalam pekerjaan yang menuntut ketelitian.

Apa Artinya Bagi Anda?


Jika Anda termasuk orang yang refleks mengecilkan volume TV saat mencoba mengingat sesuatu, kemungkinan besar Anda:

Punya kesadaran kognitif yang baik

Menghargai ketepatan

Sensitif terhadap gangguan mental

Secara intuitif tahu cara mengoptimalkan fokus

Itu bukan kebiasaan aneh. Itu adalah bentuk kecerdasan adaptif.

Otak kita bukan mesin tanpa batas. Ia bekerja optimal saat lingkungan mendukungnya. Dan orang yang paham hal ini—bahkan tanpa menyadari teori psikologinya—sedang mempraktikkan prinsip dasar manajemen perhatian.
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore