Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Maret 2026 | 15.17 WIB

Orang yang Terlalu Banyak Berpikir di Malam Hari Seringkali Memiliki 7 Kepribadian Ini Menurut Psikologi

seseorang yang terlalu banyak berpikir di malam hari (Freepik/Flowo) - Image

seseorang yang terlalu banyak berpikir di malam hari (Freepik/Flowo)


JawaPos.com - Malam hari adalah waktu ketika dunia terasa lebih sunyi. Tidak ada distraksi pekerjaan, notifikasi mulai berkurang, dan suasana menjadi lebih tenang. Namun bagi sebagian orang, justru di saat seperti inilah pikiran menjadi paling aktif.

Mereka mengulang percakapan, memikirkan keputusan yang sudah diambil, membayangkan kemungkinan masa depan, bahkan mencemaskan hal-hal yang belum tentu terjadi.

Dalam psikologi, fenomena ini dikenal sebagai overthinking atau ruminasi. Tokoh psikologi seperti Sigmund Freud pernah membahas bagaimana pikiran bawah sadar menjadi lebih aktif saat seseorang berada dalam kondisi relaks menjelang tidur.

Sementara itu, penelitian modern yang dipopulerkan oleh Daniel Kahneman menjelaskan bahwa otak manusia memiliki dua sistem berpikir: cepat dan lambat. Di malam hari, sistem berpikir lambat cenderung lebih dominan, membuat seseorang lebih reflektif dan analitis.

Lalu, seperti apa sebenarnya kepribadian orang-orang yang sering terlalu banyak berpikir di malam hari? Dilansir dari Silicon Canals, terdapat tujuh karakter yang sering ditemukan menurut sudut pandang psikologi.

1. Sang Pemikir Mendalam (Deep Thinker)

Orang yang overthinking di malam hari sering kali adalah pemikir mendalam. Mereka tidak puas dengan jawaban sederhana. Segala sesuatu dianalisis dari berbagai sudut pandang.

Kepribadian ini sering dikaitkan dengan tingkat refleksi diri yang tinggi. Mereka cenderung bertanya:

“Mengapa saya berkata seperti itu?”

“Apa makna dari kejadian hari ini?”

“Bagaimana dampaknya lima tahun ke depan?”

Kelebihannya, mereka bijaksana dan penuh pertimbangan. Kekurangannya, mereka mudah terjebak dalam lingkaran pikiran yang berulang.

2. Perfeksionis yang Sensitif

Perfeksionis tidak hanya ingin melakukan sesuatu dengan baik, tetapi juga ingin melakukannya tanpa cela. Saat malam tiba, pikiran mereka memutar ulang detail kecil yang mungkin dianggap orang lain sepele.

Mereka sering merasa:

Kurang maksimal

Takut membuat kesalahan

Terlalu keras pada diri sendiri

Dalam psikologi kepribadian, perfeksionisme sering berkaitan dengan standar diri yang tinggi serta sensitivitas terhadap penilaian sosial.

3. Empatik dan Terlalu Peduli

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore