Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Maret 2026 | 16.07 WIB

Jika Anda Ingin Anak-anak Anda yang Sudah Dewasa Berkunjung Karena Mereka Memang ingin, Tinggalkanlah 9 Perilaku Ini Menurut Psikologi

seseorang yang sering dikunjungi anaknya. (Freepik/teksomolika)

 

JawaPos.com - Jika Anda ingin anak-anak Anda yang sudah dewasa datang berkunjung bukan karena rasa kewajiban, melainkan karena mereka benar-benar ingin, hubungan yang Anda bangun hari ini sangat menentukan.

Dalam psikologi perkembangan, khususnya teori keterikatan dari John Bowlby, dijelaskan bahwa kualitas ikatan emosional di masa lalu memengaruhi kedekatan di masa dewasa.

Anak yang merasa dihargai dan aman secara emosional cenderung menjaga hubungan dengan orang tuanya secara sukarela.

Sebaliknya, ada perilaku-perilaku tertentu yang tanpa sadar justru membuat anak dewasa menjauh.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat 9 perilaku yang sebaiknya ditinggalkan jika Anda ingin hubungan tetap hangat dan penuh keinginan, bukan keterpaksaan.

1. Terlalu Mengontrol Kehidupan Mereka

Anak Anda mungkin sudah memiliki keluarga, karier, dan tanggung jawab sendiri. Terus-menerus mengatur pilihan mereka—mulai dari cara mendidik anak hingga keputusan finansial—dapat membuat mereka merasa tidak dipercaya.

Menurut teori perkembangan psikososial dari Erik Erikson, fase dewasa berfokus pada kemandirian dan pembentukan identitas yang stabil. Campur tangan berlebihan bisa mengganggu kebutuhan dasar ini.

Biarkan mereka meminta saran. Jangan menjadikan nasihat sebagai instruksi.

2. Menggunakan Rasa Bersalah sebagai Alat

Kalimat seperti, “Ibu sudah berkorban banyak untukmu,” atau “Sekarang kamu sudah lupa orang tua,” mungkin terdengar sepele, tetapi secara psikologis itu menciptakan tekanan emosional.

Psikologi hubungan menunjukkan bahwa hubungan sehat dibangun atas dasar pilihan, bukan rasa bersalah. Ketika kunjungan didorong oleh rasa utang, bukan kehangatan, jarak emosional justru bertambah.

3. Mengkritik Pasangan atau Cara Hidup Mereka

Mengomentari pasangan mereka secara negatif, membandingkan dengan mantan, atau meremehkan gaya hidup mereka dapat merusak kepercayaan.

Dalam teori sistem keluarga yang dipopulerkan oleh Murray Bowen, hubungan keluarga bersifat saling terhubung. Kritik terhadap pasangan sering kali dirasakan sebagai serangan langsung terhadap diri mereka.

Jika ingin tetap dekat, hormati pilihan mereka, meski berbeda dari harapan Anda.

4. Tidak Menghargai Batasan

Anak dewasa berhak atas privasi dan batasan emosional. Masuk ke rumah tanpa izin, menuntut jawaban instan atas pesan, atau memaksa mereka berbagi semua detail hidup dapat terasa invasif.

Batasan bukan tanda jarak, melainkan tanda hubungan yang sehat.

5. Terlalu Sering Mengeluh dan Bersikap Negatif

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore