seseorang yang sering dikunjungi anaknya. (Freepik/teksomolika)
JawaPos.com - Jika Anda ingin anak-anak Anda yang sudah dewasa datang berkunjung bukan karena rasa kewajiban, melainkan karena mereka benar-benar ingin, hubungan yang Anda bangun hari ini sangat menentukan.
Dalam psikologi perkembangan, khususnya teori keterikatan dari John Bowlby, dijelaskan bahwa kualitas ikatan emosional di masa lalu memengaruhi kedekatan di masa dewasa.
Anak yang merasa dihargai dan aman secara emosional cenderung menjaga hubungan dengan orang tuanya secara sukarela.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat 9 perilaku yang sebaiknya ditinggalkan jika Anda ingin hubungan tetap hangat dan penuh keinginan, bukan keterpaksaan.
1. Terlalu Mengontrol Kehidupan Mereka
Anak Anda mungkin sudah memiliki keluarga, karier, dan tanggung jawab sendiri. Terus-menerus mengatur pilihan mereka—mulai dari cara mendidik anak hingga keputusan finansial—dapat membuat mereka merasa tidak dipercaya.
Menurut teori perkembangan psikososial dari Erik Erikson, fase dewasa berfokus pada kemandirian dan pembentukan identitas yang stabil. Campur tangan berlebihan bisa mengganggu kebutuhan dasar ini.
Biarkan mereka meminta saran. Jangan menjadikan nasihat sebagai instruksi.
2. Menggunakan Rasa Bersalah sebagai Alat
Kalimat seperti, “Ibu sudah berkorban banyak untukmu,” atau “Sekarang kamu sudah lupa orang tua,” mungkin terdengar sepele, tetapi secara psikologis itu menciptakan tekanan emosional.
Psikologi hubungan menunjukkan bahwa hubungan sehat dibangun atas dasar pilihan, bukan rasa bersalah. Ketika kunjungan didorong oleh rasa utang, bukan kehangatan, jarak emosional justru bertambah.
3. Mengkritik Pasangan atau Cara Hidup Mereka
Mengomentari pasangan mereka secara negatif, membandingkan dengan mantan, atau meremehkan gaya hidup mereka dapat merusak kepercayaan.
Dalam teori sistem keluarga yang dipopulerkan oleh Murray Bowen, hubungan keluarga bersifat saling terhubung. Kritik terhadap pasangan sering kali dirasakan sebagai serangan langsung terhadap diri mereka.
Jika ingin tetap dekat, hormati pilihan mereka, meski berbeda dari harapan Anda.
4. Tidak Menghargai Batasan
Anak dewasa berhak atas privasi dan batasan emosional. Masuk ke rumah tanpa izin, menuntut jawaban instan atas pesan, atau memaksa mereka berbagi semua detail hidup dapat terasa invasif.
Batasan bukan tanda jarak, melainkan tanda hubungan yang sehat.
5. Terlalu Sering Mengeluh dan Bersikap Negatif
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022