
seseorang yang mengemudi dengan satu./Freepik/jcomp
JawaPos.com - Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat pengemudi yang hanya menggunakan satu tangan saat memegang kemudi. Sebagian orang melakukannya karena kebiasaan, sebagian lagi karena merasa lebih nyaman, dan ada juga yang melakukannya tanpa sadar.
Namun menurut sudut pandang psikologi perilaku, cara seseorang mengemudi — termasuk bagaimana ia memegang setir — sering kali mencerminkan kondisi mental, karakter, dan gaya kepribadian seseorang.
Meskipun tentu tidak bisa digeneralisasi secara mutlak, beberapa penelitian psikologi sosial dan observasi perilaku menunjukkan bahwa gaya mengemudi yang santai, termasuk mengemudi dengan satu tangan di kemudi, sering dikaitkan dengan tipe kepribadian tertentu yang cenderung tenang, fleksibel, dan tidak kaku.
Dilansir dari Geediting pada Senin (9/2), terdapat delapan ciri kepribadian santai yang sering dikaitkan dengan kebiasaan ini menurut perspektif psikologi.
1. Tenang dalam Menghadapi Tekanan
Orang yang terbiasa mengemudi dengan satu tangan biasanya menunjukkan tingkat ketenangan yang tinggi dalam menghadapi situasi.
Mereka tidak mudah panik saat menghadapi kemacetan, klakson kendaraan lain, atau perubahan kondisi jalan. Secara psikologis, ini berkaitan dengan kemampuan regulasi emosi yang baik, yaitu kemampuan mengelola stres dan tekanan tanpa reaksi berlebihan.
Mereka cenderung tidak reaktif secara emosional dan mampu menjaga kestabilan mental dalam situasi yang tidak terduga.
2. Percaya Diri secara Alami
Mengemudi dengan satu tangan sering mencerminkan rasa percaya diri yang stabil, bukan arogan. Individu seperti ini biasanya merasa cukup yakin dengan kemampuan dirinya, baik dalam mengemudi maupun dalam kehidupan secara umum. Dalam psikologi, ini dikenal sebagai secure self-confidence, yaitu kepercayaan diri yang tidak perlu ditunjukkan secara berlebihan.
Mereka tidak merasa perlu membuktikan diri kepada orang lain, tetapi nyaman dengan siapa dirinya.
3. Fleksibel dan Tidak Kaku
Kepribadian santai identik dengan fleksibilitas. Orang-orang ini tidak terpaku pada aturan secara kaku dalam kehidupan sosial, meskipun tetap memahami batasan dan norma. Mereka bisa menyesuaikan diri dengan situasi, lingkungan, dan orang-orang di sekitarnya tanpa banyak konflik batin.
Dalam psikologi kepribadian, sifat ini sering dikaitkan dengan openness to experience dan psychological flexibility.
4. Tidak Mudah Terpancing Emosi
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022