
seseorang yang memperhatikan saat orang lain berbicara./Freepik/freepik
JawaPos.com - Manusia bisa mengganti pakaian, gaya bicara, aksen, bahkan lingkungan pergaulan. Tapi ada satu hal yang jauh lebih sulit disamarkan: pola bahasa dan referensi kultural yang terbentuk sejak kecil.
Kata-kata tertentu bukan sekadar bahasa — mereka adalah jejak pengalaman hidup.
Dilansir dari Geediting pada Senin (2/2), terdapat 9 kata/ungkapan yang sering secara tidak sadar membuka “asal kelas sosial” seseorang, bahkan ketika mereka berusaha keras tampil netral atau “naik kelas”:
1. “Orang biasa”
Kalimat seperti:
“Saya cuma orang biasa.”
Biasanya bukan sekadar kerendahan hati, tapi refleksi posisi sosial.
Orang dari kelas mapan cenderung berkata:
“Saya hidup sederhana.”
Sedangkan “orang biasa” lebih sering lahir dari pengalaman hidup tanpa privilese struktural.
2. “Yang penting kerja dulu”
Fokus pada bertahan hidup, bukan aktualisasi diri.
Kelas pekerja cenderung berbicara soal:
stabilitas
penghasilan tetap
keamanan ekonomi
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022