
seseorang yang tumbuh dengan sedikit kasih sayang./Freepik/EyeEm
JawaPos.com - Tidak semua luka masa kecil terlihat jelas. Ada yang tidak meninggalkan memar di kulit, tapi tertinggal diam di cara kita memandang diri sendiri, menjalin hubungan, dan merespons dunia.
Salah satu kebutuhan paling mendasar manusia adalah kasih sayang—pelukan, pujian tulus, rasa aman secara emosional.
Ketika kebutuhan itu minim saat tumbuh besar, dampaknya sering terbawa hingga dewasa tanpa kita sadari.
Dilansir dari Geediting pada Sabtu (24/1), psikologi perkembangan menunjukkan bahwa kurangnya kehangatan emosional di masa kecil bisa membentuk pola perilaku tertentu.
Bukan sebagai vonis, tapi sebagai petunjuk untuk memahami diri sendiri dengan lebih lembut. Berikut beberapa pola yang sering muncul.
1. Sulit Percaya Bahwa Orang Benar-Benar Peduli
Anda mungkin sering meragukan ketulusan orang lain. Saat seseorang bersikap baik, ada suara kecil di kepala yang berkata, “Pasti ada maunya.”
Ini muncul karena dulu perhatian terasa langka atau tidak konsisten. Otak belajar bahwa kasih sayang itu tidak stabil, jadi lebih aman untuk tidak sepenuhnya percaya.
Pelan-pelan dilatih: Coba perhatikan tindakan kecil yang konsisten dari orang-orang terdekat. Kepercayaan dibangun dari bukti kecil yang berulang, bukan perasaan instan.
2. Merasa Tidak Pernah “Cukup”
Prestasi tinggi pun terasa hambar. Selalu ada standar baru yang harus dicapai agar merasa layak dicintai.
Ketika kasih sayang dulu terasa bersyarat—hanya datang saat berprestasi—otak menghubungkan cinta dengan pencapaian.
Yang bisa membantu: Belajar memisahkan nilai diri dari hasil kerja. Anda tetap berharga bahkan di hari paling tidak produktif.
3. Sangat Mandiri… Sampai Sulit Minta Tolong
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
