
seseorang yang lebih memilih menaiki tangga./Freepik/marymarkevich
JawaPos.com - Di sebuah gedung bertingkat, pilihan antara tangga dan lift sering kali tampak sepele. Namun menurut psikologi perilaku, keputusan kecil yang kita ambil secara berulang justru bisa mencerminkan cara berpikir, nilai hidup, hingga kepribadian seseorang.
Saat lift dan tangga sama-sama tersedia, sebagian orang akan langsung menekan tombol lift tanpa berpikir panjang. Sementara yang lain, dengan langkah mantap, memilih menaiki anak tangga satu per satu—bahkan ketika tidak sedang terburu-buru.
Psikologi tidak mengatakan bahwa pilihan ini menentukan kepribadian secara mutlak. Namun, pola perilaku semacam ini sering berkaitan dengan karakter tertentu.
Dilansir dari Geediting pada Sabtu (24/1), terdapat tujuh ciri kepribadian yang kerap ditemukan pada orang yang lebih memilih tangga dibanding lift.
1. Memiliki Kesadaran Diri yang Tinggi
Orang yang memilih tangga sering kali memiliki kesadaran tubuh dan diri yang lebih baik. Mereka cenderung peka terhadap kondisi fisik, kesehatan, dan dampak jangka panjang dari kebiasaan kecil.
Dalam psikologi, ini berkaitan dengan self-awareness—kemampuan menyadari pilihan, konsekuensi, dan keadaan diri sendiri. Mereka tidak selalu memikirkan hasil instan, tetapi juga efek jangka panjang, meskipun dalam hal sederhana seperti naik satu lantai.
2. Cenderung Disiplin dan Konsisten
Naik tangga membutuhkan usaha. Tidak ada mesin yang membantu, tidak ada tombol yang mempercepat proses. Karena itu, orang yang secara konsisten memilih tangga sering kali memiliki disiplin internal.
Psikologi kepribadian mengaitkan hal ini dengan tingkat conscientiousness yang tinggi—ciri individu yang terorganisir, bertanggung jawab, dan mampu mempertahankan kebiasaan baik meski tidak ada paksaan dari luar.
3. Lebih Menghargai Proses daripada Jalan Pintas
Lift adalah simbol kemudahan dan kecepatan. Tangga adalah simbol proses bertahap. Mereka yang memilih tangga sering kali tidak masalah dengan proses yang lebih lambat selama tetap terasa “nyata”.
Dalam psikologi, ini berkaitan dengan pola pikir process-oriented. Orang seperti ini cenderung menikmati perjalanan menuju tujuan, bukan hanya hasil akhirnya. Dalam hidup, mereka biasanya lebih sabar dan tidak mudah tergoda oleh solusi instan.
4. Memiliki Motivasi Internal yang Kuat
Tidak ada yang memaksa seseorang untuk naik tangga. Tidak ada hadiah langsung. Pilihan ini biasanya datang dari dorongan internal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022