
seseorang yang panik saat baterai ponselnya hampir habis./Freepik/freepik
JawaPos.com - Bayangkan situasinya: layar ponsel Anda menyala, notifikasi berdatangan, lalu tiba-tiba ikon baterai berubah menjadi kuning.
Angkanya menunjukkan 19%. Jantung sedikit berdebar. Pikiran mulai sibuk: “Masih lama nggak ya sampai ketemu colokan?” atau “Kalau mati sekarang gimana?”
Jika reaksi seperti ini terasa sangat familiar, Anda tidak sendirian. Dalam psikologi modern, kepanikan terhadap baterai ponsel yang menipis bukan sekadar kebiasaan sepele.
Ia sering kali berkaitan dengan pola kepribadian, cara berpikir, dan hubungan emosional seseorang dengan rasa aman, kontrol, serta koneksi sosial.
Dilansir dari Geediting pada Jumat (23/1), terdapat 7 ciri kepribadian khas yang secara psikologis sering dimiliki oleh orang yang panik ketika baterai ponselnya turun di bawah 20%.
1. Sangat Menghargai Rasa Kontrol
Orang yang gelisah saat baterai menipis cenderung memiliki kebutuhan tinggi akan kontrol. Ponsel bukan hanya alat komunikasi, tetapi simbol kendali: akses ke informasi, navigasi, pekerjaan, hingga hiburan.
Ketika baterai turun drastis, muncul sensasi kehilangan kendali. Bukan karena takut ponsel mati semata, tetapi karena hilangnya kemampuan untuk “mengatur keadaan”. Secara psikologis, ini umum pada individu yang perfeksionis atau terbiasa merencanakan segala sesuatu dengan rapi.
2. Memiliki Kecenderungan Overthinking
Panik di angka 20% sering kali bukan tentang saat ini, melainkan tentang skenario terburuk di masa depan.
Bagaimana kalau ada keadaan darurat?
Bagaimana kalau harus dihubungi orang penting?
Pola ini menunjukkan ciri overthinking—otak terbiasa melompat jauh ke kemungkinan negatif sebelum hal itu benar-benar terjadi. Individu seperti ini biasanya cerdas, reflektif, namun juga mudah cemas karena pikirannya bekerja tanpa henti.
3. Sangat Terikat pada Koneksi Sosial
Bagi banyak orang, ponsel adalah “jembatan” ke dunia sosial. Ketika baterai menipis, yang sebenarnya ditakuti bukan perangkat mati, melainkan terputus dari orang lain.
Secara psikologis, ini sering muncul pada pribadi yang:
Empatik

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
