
seseorang yang membutuhkan suara latar ./Freepik/DC Studio
JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa tidak nyaman berada dalam keheningan total? Banyak orang baru merasa “hidup” ketika ada suara latar—musik lembut, podcast yang diputar pelan, suara televisi, atau bahkan dengungan kafe.
Fenomena ini sering dianggap sepele, padahal dalam psikologi, kebutuhan akan suara latar bukanlah kebiasaan tanpa makna.
Psikologi modern melihat bahwa preferensi terhadap suara latar berkaitan erat dengan cara otak memproses emosi, perhatian, dan rasa aman.
Orang yang selalu menyalakan musik saat bekerja, tidur, atau melakukan aktivitas ringan sering kali memiliki pola kepribadian dan kebutuhan mental tertentu.
Dilansir dari Geediting pada Senin (19/1), terdapat tujuh ciri yang umumnya ditemukan pada orang-orang yang membutuhkan suara latar dalam keseharian mereka.
1. Memiliki Pikiran yang Aktif dan Sulit Diam
Salah satu ciri paling umum adalah pikiran yang selalu aktif. Orang seperti ini cenderung memiliki arus pikiran yang terus berjalan, bahkan ketika tubuh sedang beristirahat.
Keheningan justru membuat pikiran mereka “terlalu terdengar”, dipenuhi dialog batin, ide, atau kekhawatiran.
Suara latar berfungsi sebagai penyeimbang. Musik atau suara ringan membantu mengisi ruang mental agar pikiran tidak berlarian ke mana-mana.
Dalam psikologi, ini sering dikaitkan dengan individu yang memiliki tingkat mental stimulation tinggi dan membutuhkan rangsangan konstan agar merasa stabil.
2. Lebih Mudah Fokus dengan Stimulasi Ringan
Bertentangan dengan anggapan umum bahwa fokus membutuhkan keheningan, sebagian orang justru lebih produktif dengan adanya suara latar.
Psikologi kognitif menjelaskan bahwa suara yang konsisten dan tidak mengganggu dapat membantu otak menyaring distraksi lain yang lebih tiba-tiba.
Orang dengan ciri ini biasanya kesulitan berkonsentrasi di lingkungan yang terlalu sunyi. Otak mereka cenderung “mencari” stimulus, sehingga suara latar membantu menjaga fokus tetap berada di satu jalur.
3. Sensitif terhadap Perasaan Sepi

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
