
seseorang yang belajar memasak dari kakek-neneknya./Freepik/freepik
JawaPos.com - Di banyak keluarga, dapur bukan sekadar tempat memasak. Ia adalah ruang cerita, ruang belajar, dan ruang pewarisan nilai.
Terutama ketika seorang anak belajar memasak langsung dari kakek atau neneknya.
Tanpa disadari, proses sederhana seperti mengulek bumbu, mencicipi masakan, atau mendengar nasihat sambil menunggu masakan matang, meninggalkan jejak psikologis yang dalam.
Psikologi perkembangan dan psikologi keluarga melihat bahwa interaksi lintas generasi—seperti antara cucu dan kakek-nenek—memiliki pengaruh kuat terhadap pembentukan karakter.
Dilansir dari Expert Editor pada Senin (19/1), mereka yang tumbuh dengan pengalaman belajar memasak dari kakek-neneknya sering kali menunjukkan pola kepribadian tertentu yang konsisten hingga dewasa.
Berikut delapan karakteristik yang sering ditemukan.
1. Memiliki Kesabaran yang Lebih Matang
Memasak ala kakek-nenek jarang serba instan. Tidak ada “api besar lima menit selesai”. Yang ada adalah menunggu, mengaduk perlahan, dan memahami bahwa rasa terbaik butuh waktu.
Secara psikologis, ini melatih delay gratification—kemampuan menunda kepuasan.
Orang dengan kemampuan ini cenderung lebih stabil secara emosi, tidak mudah frustrasi, dan mampu menghadapi proses panjang dalam hidup, baik dalam karier maupun hubungan.
2. Punya Ikatan Emosional yang Kuat dengan Tradisi
Bagi mereka, resep bukan sekadar daftar bahan, tapi cerita keluarga. “Ini dulu makanan favorit almarhum kakekmu,” atau “nenek belajar ini dari orang tuanya.”
Psikologi menyebut ini sebagai sense of continuity, perasaan terhubung dengan masa lalu. Individu seperti ini biasanya memiliki identitas diri yang lebih kuat dan tidak mudah kehilangan arah saat menghadapi perubahan besar dalam hidup.
3. Lebih Empatik dan Peka Terhadap Orang Lain
Kakek-nenek sering memasak dengan satu tujuan utama: memberi makan orang yang mereka cintai. Nilai ini menular.
Anak yang tumbuh dalam suasana tersebut belajar bahwa memasak adalah bentuk perhatian. Di kemudian hari, mereka cenderung lebih empatik, mudah membaca perasaan orang lain, dan terbiasa mengekspresikan kasih sayang lewat tindakan, bukan sekadar kata-kata.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
