
seseorang yang sering menonton story orang lain./Freepik/user3980505
JawaPos.com - Di era media sosial, interaksi tidak lagi hanya diukur dari percakapan langsung. Satu ketukan jempol, satu emoji, atau bahkan keheningan, semuanya bisa menjadi bentuk komunikasi.
Pernahkah Anda memperhatikan seseorang yang hampir selalu menonton story Anda, tetapi tidak pernah menyukai, membalas, atau meninggalkan komentar apa pun?
Sekilas, hal ini mungkin terasa membingungkan. Apakah mereka tidak tertarik? Atau justru terlalu tertarik?
Psikologi sosial menunjukkan bahwa perilaku “diam tapi hadir” ini sering kali bukan kebetulan.
Ada pesan tersembunyi tentang kepribadian, emosi, dan cara mereka memandang diri sendiri serta Anda.
Dilansir dari Expert Editor pada Senin (19/1), terdapat enam hal yang secara tidak sadar mereka sampaikan melalui kebiasaan tersebut.
1. Mereka Ingin Tahu, Tapi Tak Ingin Terlihat Terlibat
Menonton story tanpa berinteraksi sering menandakan rasa ingin tahu yang besar, namun dibarengi keengganan untuk membuka diri. Secara psikologis, ini disebut passive engagement—keterlibatan pasif tanpa komitmen sosial.
Mereka ingin tahu apa yang Anda lakukan, ke mana Anda pergi, dan bagaimana hidup Anda berjalan. Namun, mereka memilih berada di posisi aman: mengamati tanpa meninggalkan jejak. Ini umum terjadi pada orang yang berhati-hati dalam membangun hubungan atau takut disalahartikan.
2. Mereka Memiliki Kesadaran Sosial yang Tinggi (Kadang Berlebihan)
Orang seperti ini biasanya sangat sadar akan citra diri. Mereka berpikir panjang sebelum berinteraksi:
“Kalau aku like, nanti dia mikir apa?”
“Kalau aku balas, apa itu terlihat terlalu dekat?”
Alih-alih bertindak spontan, mereka memilih diam. Psikologi menyebutnya sebagai overthinking sosial, di mana seseorang lebih fokus pada kemungkinan penilaian orang lain daripada mengekspresikan diri secara alami.
3. Mereka Nyaman Menjadi Pengamat, Bukan Partisipan
Tidak semua orang merasa perlu menjadi pusat interaksi. Sebagian individu memang memiliki kepribadian observasional—lebih suka melihat, mencerna, dan memahami, daripada ikut terlibat.
Dalam konteks ini, story Anda menjadi semacam “jendela kehidupan” yang menarik bagi mereka. Mereka hadir, menyimak, bahkan mungkin menghargai, namun tidak merasa perlu menunjukkan respons secara eksplisit.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022