Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Januari 2026 | 00.21 WIB

Orang yang Masih Menghitung Saldo Rekening Secara Manual Memiliki 7 Kualitas yang Tidak Pernah Dikembangkan oleh Generasi Muda Menurut Psikologi

seseorang yang masih menghitung saldo rekening secara manual./Freepik/user1115205 - Image

seseorang yang masih menghitung saldo rekening secara manual./Freepik/user1115205

JawaPos.com - Di tengah era aplikasi perbankan digital, notifikasi real-time, dan laporan keuangan otomatis, kebiasaan menghitung saldo rekening secara manual terdengar seperti peninggalan masa lalu.

Generasi muda tumbuh dengan layar, grafik instan, dan angka yang selalu tersedia tanpa perlu dihitung ulang.

Namun, psikologi justru memandang kebiasaan lama ini sebagai cerminan dari kualitas mental yang semakin langka.

Psikolog kognitif dan perilaku menyebut bahwa tindakan sederhana seperti mencatat pemasukan, pengeluaran, lalu menghitung saldo dengan tangan sendiri bukan sekadar soal keuangan.

Ia adalah latihan mental yang membentuk cara berpikir, cara menilai risiko, dan cara seseorang memaknai uang.

Dilansir dari Geediting pada Kamis (15/1), ada 7 kualitas psikologis yang cenderung dimiliki oleh orang-orang yang masih menghitung saldo rekening mereka secara manual—kualitas yang, secara tidak sadar, tidak pernah benar-benar dikembangkan oleh banyak generasi muda saat ini.

1. Kesadaran Finansial yang Mendalam (Deep Financial Awareness)

Dalam psikologi, dikenal istilah embodied cognition—pikiran manusia bekerja lebih dalam ketika melibatkan tindakan fisik.

Saat seseorang menulis angka, menjumlahkan, dan mengecek ulang saldo secara manual, otak tidak sekadar “melihat” angka, tetapi mengalami angka tersebut.

Berbeda dengan generasi muda yang sering hanya melihat saldo akhir di layar, orang yang menghitung manual memahami proses di balik angka.

Mereka tahu dari mana uang datang, ke mana ia pergi, dan apa konsekuensi dari setiap pengeluaran. Kesadaran ini membuat uang tidak terasa abstrak, tetapi nyata dan bernilai.

2. Disiplin Kognitif yang Terlatih

Psikologi perilaku menyebut disiplin bukan bakat, melainkan kebiasaan yang dilatih berulang. Menghitung saldo manual menuntut konsistensi, ketelitian, dan kesabaran—tiga hal yang jarang dipupuk di era serba otomatis.

Generasi muda terbiasa dengan sistem yang “beres sendiri”. Sebaliknya, mereka yang menghitung manual terbiasa bertanggung jawab penuh terhadap keuangan mereka.

Ini melatih otak untuk tidak bergantung pada sistem eksternal, melainkan pada kontrol diri internal.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore