Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Januari 2026 | 06.58 WIB

Jarang Posting di Media Sosial tapi Rajin Mengintip? Ini 8 Ciri Kepribadian yang Jarang Dimiliki Banyak Orang

Ilustrasi seseorang yang jarang posting di media sosial (Geediting) - Image

Ilustrasi seseorang yang jarang posting di media sosial (Geediting)

JawaPos.com - Pernah memperhatikan teman yang hampir tidak pernah mengunggah apa pun di media sosial, tapi selalu menjadi orang pertama yang melihat story Anda?

Mereka seolah selalu tahu apa yang terjadi dalam hidup orang lain, meski nyaris tidak pernah membagikan kehidupan pribadinya sendiri.

Fenomena ini ternyata bukan kebetulan. Seperti dikutip dari rezeki dan hoki, Minggu (11/01), berikut delapan ciri yang biasanya dimiliki para “silent scroller” ini.

1. Lebih Introspektif dan Banyak Merenung

Mereka cenderung mengamati dan memikirkan alasan di balik setiap unggahan orang lain. Bukan sekadar melihat foto, tetapi juga mencoba memahami makna dan motivasinya.

Sifat ini membuat mereka lebih reflektif, sadar diri, dan sering berpikir lebih dalam sebelum bertindak.

2. Mengutamakan Privasi daripada Validasi Publik

Bagi mereka, rasa puas tidak datang dari like atau komentar. Harga diri dibangun dari dalam, bukan dari pengakuan orang lain di dunia maya.

Mereka percaya bahwa tidak semua momen harus diumbar, karena sebagian kenangan justru lebih bermakna saat disimpan secara pribadi.

3. Memiliki Kesadaran Diri yang Tinggi

Ironisnya, orang yang jarang posting sering kali lebih sadar diri. Mereka terlalu memikirkan bagaimana orang lain akan menilai unggahannya, sehingga memilih untuk tidak memposting sama sekali.

Kesadaran ini membuat mereka lebih sensitif, empatik, dan hati-hati dalam berinteraksi di dunia nyata.

4. Rentan Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Saat hanya mengonsumsi konten tanpa membagikan sisi diri sendiri, mereka lebih mudah terjebak dalam perbandingan. Hidup orang lain terlihat lebih bahagia, lebih sukses, dan lebih menarik.

Padahal yang terlihat hanyalah potongan terbaik dari kehidupan orang lain, bukan gambaran utuhnya.

5. Kurang Percaya Diri dalam Berkarya

Banyak dari mereka merasa hidupnya tidak cukup menarik, tidak cukup kreatif, atau tidak cukup layak dibagikan. Ini mencerminkan keraguan diri yang lebih luas, bukan hanya di media sosial, tetapi juga dalam kehidupan nyata.

Padahal sering kali, justru mereka memiliki perspektif dan cerita yang paling berharga.

6. Tipe Pengumpul Informasi

Mereka menggunakan media sosial sebagai alat belajar, bukan panggung pamer. Mereka mengikuti akun yang menginspirasi, menyimpan postingan penting, dan menyerap banyak wawasan.

Tanpa disadari, mereka sering menjadi “ahli diam-diam” dalam banyak topik.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore