
seseorang yang menjauhkan diri sebelum terlalu dekat./Freepik/freepik
JawaPos.com - Dalam hubungan antarmanusia—baik pertemanan, keluarga, maupun asmara—kedekatan emosional adalah jembatan menuju kepercayaan dan rasa aman.
Namun, ada sebagian orang yang justru memilih mundur setiap kali hubungan mulai terasa akrab. Awalnya hangat, komunikatif, bahkan terlihat peduli.
Tetapi begitu ikatan mulai dalam, mereka perlahan menghilang, menjaga jarak, atau menciptakan dinding tak kasatmata.
Dalam psikologi, pola ini bukan sekadar “suka menyendiri” atau “butuh ruang pribadi”. Jika terjadi berulang dan konsisten, perilaku menjauh sebelum terlalu dekat sering kali berkaitan dengan sejumlah sifat psikologis yang tidak sehat.
Sifat-sifat ini bukan berarti membuat seseorang menjadi “orang jahat”, melainkan menunjukkan adanya konflik batin yang belum terselesaikan.
Dilansir dari Geediting pada Kamis (25/12), terdapat 9 sifat yang sering dimiliki orang yang selalu menjauhkan diri sebelum hubungan menjadi dekat, menurut sudut pandang psikologi.
1. Takut Akan Kedekatan Emosional (Fear of Intimacy)
Sifat paling umum adalah ketakutan terhadap kedekatan emosional. Mereka merasa tidak nyaman ketika harus membuka diri sepenuhnya, membagikan perasaan terdalam, atau menunjukkan sisi rapuh.
Bagi mereka, kedekatan identik dengan risiko: risiko terluka, ditinggalkan, atau kehilangan kendali. Akibatnya, menjauh dianggap sebagai mekanisme perlindungan diri, meski secara tidak sadar justru merusak hubungan.
2. Pola Keterikatan Menghindar (Avoidant Attachment)
Dalam teori attachment, orang dengan gaya keterikatan menghindar cenderung tumbuh dengan pengalaman emosional yang tidak konsisten atau dingin. Mereka belajar sejak dini bahwa bergantung pada orang lain tidak aman.
Sifat ini membuat mereka terlihat mandiri dan kuat di permukaan, namun sebenarnya kesulitan membangun ikatan jangka panjang. Begitu hubungan terasa “terlalu dekat”, alarm batin mereka berbunyi dan mendorong untuk menjauh.
3. Sulit Mempercayai Orang Lain
Menjauh sebelum dekat sering kali berakar pada masalah kepercayaan. Mereka meyakini—secara sadar atau tidak—bahwa orang lain pada akhirnya akan mengecewakan, menyakiti, atau mengkhianati.
Alih-alih menunggu luka itu datang, mereka memilih pergi lebih dulu. Ironisnya, keputusan ini justru memperkuat keyakinan negatif mereka tentang hubungan.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
