Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Desember 2025 | 01.52 WIB

Ini Arti Kata Parasocial yang Viral di 2025 Menurut Psikologi, Cerminan Relasi Emosional Sepihak di Media Sosial

Ilustrasi seseorang yang terjebak dalam hubungan parasocial dengan selebritis favoritnya

JawaPos.com — Perkembangan dunia digital tidak hanya melahirkan teknologi baru, tetapi juga kosakata baru yang merekam perubahan cara manusia berelasi. Salah satu istilah yang paling sering muncul sepanjang 2025 adalah parasocial

Kata ini beredar luas di media sosial, forum daring, hingga percakapan sehari-hari, menandai pengalaman emosional yang semakin jamak di era digital.

Istilah parasocial bukanlah konsep baru dalam kajian psikologi media. Namun, lonjakan penggunaannya dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan pergeseran yang lebih dalam: hubungan emosional tidak lagi selalu membutuhkan interaksi dua arah. 

Kedekatan kini dapat terbentuk hanya melalui layar, konten, dan repetisi kehadiran digital. Konteks inilah yang membuat Cambridge Dictionary menetapkan parasocial sebagai Word of the Year 2025. 

Penetapan tersebut bukan sekadar pengakuan linguistik, melainkan refleksi atas cara baru manusia membangun rasa keterhubungan, sekaligus mengelola kesepian dan identitas di ruang digital yang kian padat.

Dilansir dari The Minds Journal, Selasa (23/12), meningkatnya penggunaan kata parasocial mencerminkan perubahan mendasar dalam dinamika relasi emosional di era media sosial, ketika batas antara publik dan privat semakin kabur, serta kedekatan digital menjadi bagian dari keseharian.

1. Apa Itu Istilah Parasocial dan Mengapa Relevan Saat Ini

Secara definisi, hubungan parasosial adalah keterikatan emosional satu arah, ketika seseorang merasa dekat dengan figur yang tidak mengenalnya secara pribadi. 

Pada masa lalu, hubungan ini identik dengan penggemar dan selebritas. Kini, relasi parasosial berkembang seiring masifnya platform digital. 

Kreator konten, streamer, hingga karakter fiksi hadir secara rutin dan konsisten dalam kehidupan audiens, menciptakan rasa kedekatan yang terasa personal meski sepihak.

2. Bahasa yang Akhirnya Mengejar Realitas Sosial

Selama bertahun-tahun, fenomena ini kerap disederhanakan sebagai candaan budaya internet. Namun, meningkatnya diskusi tentang kesehatan mental, batas relasi, dan kelelahan emosional membuat istilah parasocial menjadi penting.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore