
seseorang yang memberi nasihat kepada generasi muda./Freepik/freepik
Jawapos.com - Dalam perjalanan menuju kedewasaan, generasi muda kerap dibanjiri berbagai nasihat—ada yang bermanfaat, ada pula yang justru membingungkan, melemahkan, atau membuat mereka merasa tidak dipahami.
Psikologi modern menunjukkan bahwa nasihat yang tidak tepat sasaran bukan hanya gagal membantu, tapi bisa menimbulkan efek negatif seperti rendah diri, stres, hingga kebingungan identitas.
Dilansir dari Geeediting pada Kamis (11/12), terdapat tujuh jenis nasihat yang paling sering salah sasaran, serta dampak psikologisnya, sehingga kita bisa lebih bijak dalam memahami kebutuhan generasi muda masa kini.
1. “Ikuti saja kata orang tua, mereka paling tahu.”
Dari sudut pandang psikologi perkembangan, masa remaja dan dewasa muda adalah fase pembentukan identitas (Erikson: identity vs. role confusion).
Jika terus diarahkan untuk mengikuti pilihan orang tua tanpa ruang eksplorasi, anak justru bisa mengalami identity foreclosure—identitas palsu yang dibentuk oleh tekanan eksternal, bukan pilihan pribadi.
Generasi muda hari ini hidup dalam realitas yang jauh berbeda dari generasi sebelumnya; pekerjaan, relasi, dan dunia digital berubah cepat.
Memaksa mereka mengikuti jalur lama justru menghambat kemampuan adaptasi dan perkembangan potensi.
2. “Kerja keras saja, nanti juga sukses.”
Nasihat ini terdengar positif, namun sangat menyesatkan jika tidak dibarengi konteks.
Dalam psikologi kerja, kesuksesan bukan hanya soal kerja keras; ada faktor lain seperti peluang, jejaring sosial, lingkungan, serta mental well-being.
Generasi muda yang memegang teguh nasihat ini bisa merasa gagal ketika hasilnya tidak sesuai harapan, padahal mereka mungkin bekerja sangat keras. Ini menimbulkan burnout, rasa tidak cukup baik, dan tekanan internal yang berlebihan.
Dalam dunia modern, strategi, kompetensi, dan kesehatan mental sama pentingnya dengan kerja keras.
3. “Jangan terlalu dengarkan perasaanmu.”
Ini adalah salah satu nasihat paling sering diberikan, namun justru bertentangan dengan psikologi emosional.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
