Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 Desember 2025 | 01.39 WIB

7 Kebiasaan Dalam Percakapan yang Membuat Orang Merasa Didengarkan: Bakat Langka Ini Jadi Tanda Empati Tingkat Tinggi

Ilustrasi percakapan yang membuat orang merasa didengarkan (freepik) - Image

Ilustrasi percakapan yang membuat orang merasa didengarkan (freepik)

JawaPos.com - Tidak semua percakapan meninggalkan kesan mendalam. Namun ada momen ketika seseorang pulang dari obrolan dengan dada terasa lebih lapang—seolah-olah akhirnya ada yang benar-benar memahami apa yang ia rasakan.

Bukan karena lawan bicara memberi solusi, tetapi karena cara mereka hadir dan mendengarkan.

Tina Fey, penulis di The Expert Editor, menyebut bahwa kemampuan membuat orang merasa diperhatikan bukan hanya soal kemampuan berbicara.

Justru, ia berakar dari cara seseorang menghadirkan diri dalam percakapan: penuh rasa ingin tahu, tanpa menghakimi, dan jauh dari sikap terburu-buru.

Kemampuan ini semakin langka di tengah budaya digital yang serba cepat.

Jika tujuh hal berikut dilakukan secara alami, maka seseorang memiliki bakat yang banyak orang cari—kemampuan membuat lawan bicara merasa dilihat, didengar, dan dihargai secara utuh.

Lantas, apa saja ketujuh kemampuan serta kebiasaan langka dalam percakapan tersebut? Berikut ulasan lengkapnya dilansir dari laman The Expert Editor.

1. Mengajukan Pertanyaan Lanjutan yang Menunjukkan Perhatian Penuh

Di banyak percakapan, orang sering hanya menunggu giliran bicara. Begitu jawaban diberikan, mereka langsung memindahkan fokus ke cerita sendiri.

Tina Fey menyebut pola ini sebagai hambatan terbesar dalam membangun koneksi yang tulus.

Seseorang yang memiliki bakat mendengarkan justru menaruh perhatian pada detail. Ketika lawan bicara menyebut proyek kerja, mereka bertanya apa motivasi di baliknya.

Jika seseorang menceritakan konflik keluarga, mereka bertanya bagaimana perasaan orang itu sekarang.

Pertanyaan lanjutan bukan interogasi. Ia adalah sinyal bahwa seseorang benar-benar menyimak, memahami, dan punya rasa ingin tahu yang hangat.

Hal ini sering menjadi alasan mengapa percakapan terasa mendalam, bukan sekadar saling bertukar kabar.

Menurut Tina Fey, banyak hubungan renggang bukan karena kurangnya komunikasi, melainkan kurangnya usaha untuk menggali lebih dalam. Pertanyaan lanjutan menciptakan rasa dihargai di dunia yang semakin dangkal.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore