Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 Oktober 2025 | 14.05 WIB

Jika Anda Ingin Merasa Lebih Percaya Diri di Usia 60-an dan Seterusnya, Ucapkan Selamat Tinggal pada 8 Perilaku Ini Menurut Psikologi

seseorang yang lebih percaya diri di usia 60-an


JawaPos.com - Memasuki usia 60-an dan seterusnya sering menjadi fase refleksi: melihat ke belakang, menilai pencapaian, serta mulai lebih selektif terhadap apa yang benar-benar berharga dalam hidup. 

 
Banyak orang mengira kepercayaan diri hanya milik usia muda—padahal justru kedewasaan memberikan fondasi kuat untuk merasa lebih yakin pada diri sendiri.

Namun, menurut psikologi, ada beberapa kebiasaan yang perlu ditinggalkan agar seseorang dapat menikmati masa emas ini dengan rasa percaya diri yang sehat. 
 
Bukan tentang mengejar kesempurnaan, tetapi memberikan ruang bagi diri untuk tumbuh, menerima, dan menikmati hidup tanpa tekanan berlebih.
 
Baca Juga: Orang yang Terlihat Ramah tetapi Tidak Memiliki Teman Dekat Seringkali Memiliki 8 Ciri Khas Ini Menurut Psikologi

Dilansir dari Geediting pada Rabu (29/10), terdapat delapan perilaku yang sebaiknya Anda tinggalkan supaya bisa menjalani usia matang dengan damai dan penuh keyakinan.

1) Terjebak dalam Penyesalan Masa Lalu

Penyesalan adalah beban psikologis yang tidak terlihat, tetapi terasa berat. 
 
Terus-menerus memutar ulang kesalahan, peluang yang terlewat, atau hal yang “seandainya dulu berbeda” hanya akan melemahkan rasa percaya diri di masa kini.

Psikologi kognitif menekankan bahwa fokus berlebihan pada masa lalu dapat mengganggu kebahagiaan dan menghambat pertumbuhan mental. 
 
Menerima bahwa semua yang telah terjadi adalah bagian dari perjalanan hidup dapat membantu Anda melangkah lebih ringan.

Alih-alih menyesal, beri apresiasi pada versi diri Anda yang telah berjuang pada masa itu. 
 
Anda bertahan dan berkembang—itu sudah luar biasa.
 
Baca Juga: Orang yang Mencintai Keheningan Biasanya Memiliki 7 Kekuatan Batin yang Kuat Menurut Psikologi

2) Membandingkan Diri dengan Orang Lain


Di era media sosial, membandingkan diri dengan orang lain terasa tak terhindarkan.
 
Namun, pada usia 60-an, perbandingan seperti ini cenderung tidak relevan dan dapat menguras rasa apresiasi terhadap diri sendiri.

Setiap orang memiliki ritme hidup berbeda. 
 
Kesuksesan bukan hanya soal materi, tetapi juga kesehatan, hubungan yang baik, dan kedamaian batin.

Berhenti membandingkan membuka ruang untuk mensyukuri apa yang dimiliki dan meningkatkan kepercayaan diri secara alami.

3) Meremehkan Prestasi Diri


Banyak orang dewasa yang menyepelekan pencapaian mereka, bahkan yang sebenarnya luar biasa. 
 
Menurut psikologi positif, menghargai pencapaian merupakan fondasi penting dalam membangun rasa percaya diri.

Anda mungkin telah membesarkan keluarga, menyelesaikan banyak tantangan pekerjaan, atau memberi kontribusi pada komunitas—semuanya layak dirayakan. 
 
Jangan mengecilkan arti dari usaha yang pernah Anda lakukan.

Anda bukan cuma “pernah hidup”—Anda telah memberi dampak.

4) Mengabaikan Kesehatan Diri


Kepercayaan diri sangat berkaitan dengan perasaan memiliki kendali atas tubuh dan pikiran. 
 
Mengabaikan kesehatan dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup dan membuat Anda mudah merasa tidak berdaya.

Menjaga kesehatan tak selalu berarti olahraga berat; berjalan, makan seimbang, tidur cukup, atau banyak tertawa pun berpengaruh besar. 
 
Jika tubuh terasa lebih baik, pikiran pun akan lebih jernih dan penuh keyakinan.

5) Terlalu Fokus pada Usia


“Sudah tua, buat apa?”

Cara berpikir seperti ini dapat mengikis rasa percaya diri tanpa disadari.

Psikologi menunjukkan bahwa usia hanyalah angka; yang paling berpengaruh adalah cara kita memandang diri sendiri. 
 
Banyak orang yang menemukan passion baru di usia lanjut—belajar bahasa, merintis bisnis kecil, bahkan memulai hobi artistik.

Selama Anda masih bernapas, Anda masih punya peluang untuk berkembang.

6) Menghindari Hubungan Sosial Baru


Keengganan untuk membangun hubungan baru kadang muncul karena rasa takut ditolak atau merasa sudah cukup dengan lingkaran kecil. 
 
Padahal, interaksi sosial yang sehat terbukti secara psikologis meningkatkan kebahagiaan dan rasa percaya diri.

Bergabunglah dengan komunitas, mengikuti kegiatan sukarela, atau sekadar berbincang dengan tetangga. 
 
Kehadiran sosial memperkuat makna hidup.

7) Mengejar Kesempurnaan


Perfeksionisme tidak mengenal usia, tetapi semakin kita dewasa, semakin jelas bahwa kesempurnaan adalah ilusi. 
 
Mengejar standar yang tidak realistis justru dapat menimbulkan stres dan ketidakpuasan.

Psikologi menyarankan untuk lebih fokus pada kemajuan daripada kesempurnaan. 
 
Menikmati proses, bukan terpaku pada hasil, membuat hidup terasa lebih ringan dan penuh syukur.

8) Menolak Bantuan atau Dukungan


Meminta bantuan bukan tanda kelemahan—itu tanda kebijaksanaan. 
 
Banyak orang menolak dukungan karena takut dianggap tidak mampu, padahal menerima bantuan dapat memperkuat relasi emosional dan mempercepat penyelesaian masalah.

Rasa percaya diri bukan berarti Anda harus melakukan semuanya sendiri. 
 
Justru, kemampuan untuk menerima dan memberi dukungan adalah ciri kedewasaan emosional.

Kesimpulan: Percaya Diri adalah Soal Menerima


Memasuki usia 60-an dan seterusnya bukan akhir perjalanan, melainkan babak baru yang lebih kaya makna. 
 
Kepercayaan diri bukan tentang menunjukkan bahwa Anda yang paling kuat atau paling sukses, melainkan tentang menerima bahwa Anda cukup—apa adanya.

Dengan meninggalkan delapan perilaku di atas, Anda membuka jalan menuju hidup yang lebih damai, penuh syukur, dan mantap melangkah. 
 
Tidak pernah terlambat untuk memperbaiki cara kita melihat diri sendiri.

Di usia matang, keyakinan sejati tumbuh bukan dari dunia luar, tetapi dari pemahaman bahwa diri Anda adalah hadiah berharga bagi hidup ini.
 

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore