
Ilustrasi menghindari love bombing. (Freepik)
JawaPos.com – Di awal hubungan, pernahkah kamu dikirimi pesan manis tiap pagi, dipuji terus-menerus, atau diajak ngobrol sampai larut malam? Rasanya seperti jadi pusat dunianya seseorang.
Tapi hati-hati, nggak semua perhatian besar adalah tanda cinta tulus. Dalam psikologi, ada istilah “love bombing”. Sebuah pola yang kelihatannya romantis tapi bisa jadi bentuk manipulasi emosional terselubung.
Menurut Berkeley Wellbeing Institute, love bombing adalah tindakan memberikan perhatian, kasih sayang, dan hadiah secara berlebihan kepada seseorang dengan tujuan membuatnya ketergantungan secara emosional.
Awalnya terasa menyenangkan, tapi di balik itu sering kali ada dorongan untuk mengendalikan atau mempercepat kedekatan yang belum siap terbentuk secara alami.
Pada fase awal, pelaku love bombing akan membombardir pasangannya dengan pesan cinta yang intens.
Menurut Simply Psychology, fase ini disebut tahap idealization, di mana pelaku menempatkan pasangannya di posisi sempurna. Namun, setelah keintiman emosional terbentuk, pola bisa bergeser.
Masuk ke tahap devaluation, ketika pujian mulai berubah jadi kritik, perhatian berganti dengan pengabaian, bahkan muncul rasa bersalah setiap kali korban mencoba menetapkan batasan.
Pada akhirnya, datang fase discard di mana si pelaku tiba-tiba menarik diri, memutus komunikasi, atau membuat korban merasa “tidak cukup baik.”
Banyak pelaku love bombing memiliki kecenderungan narsisistik atau masalah kelekatan emosional. Mereka merasa perlu mengontrol hubungan agar tidak kehilangan rasa aman.
Sementara itu, korban seringkali terjebak karena kebanjiran validasi di awal membuat mereka sulit melihat tanda bahaya.
Dalam jangka panjang, siklus ini bisa menimbulkan kelelahan emosional, kebingungan, bahkan krisis kepercayaan diri.
Respect Victoria menyebut love bombing sebagai “red flag” utama dalam hubungan, karena sering kali menjadi pintu masuk menuju bentuk kekerasan psikologis yang lebih dalam.
Agar lebih waspada, berikut beberapa tanda yang umum muncul saat seseorang mengalami love bombing:
Jika satu atau lebih dari tanda ini terasa familiar, bisa jadi kamu sedang berada dalam dinamika love bombing.
Akan tetapi, jangan khawatir berlebihan. Kabar baiknya, pola seperti ini bisa dikenali sejak awal. Jangan takut untuk menilai ulang intensitas hubungan yang terasa terlalu cepat atau menyesakkan.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
