Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 Oktober 2025 | 17.43 WIB

8 Perilaku Melelahkan yang Dapat Membuat Generasi Boomer Sulit Dihadapi

Ilustrasi seorang paruh baya yang tampak bersikukuh dengan pandangannya, di rumah banyak orang./Freepik - Image

Ilustrasi seorang paruh baya yang tampak bersikukuh dengan pandangannya, di rumah banyak orang./Freepik

JawaPos.com - Seseorang yang bersikeras menggunakan cara lama atau enggan beradaptasi sering disebut memiliki mentalitas "boomer". Pola pikir ini bisa membuat orang di sekitar merasa terkuras dan frustrasi. Perilaku tersebut menciptakan teka-teki rumit bagi orang-orang yang berinteraksi.

Melansir dari Geediting.com Sabtu (11/10), ada delapan perilaku spesifik yang sering ditunjukkan generasi Boomer. Perilaku ini tanpa disadari dapat membuat mereka menjadi sosok yang sulit diajak berkomunikasi. Mengakui dan memahami perilaku ini dapat memuluskan proses komunikasi bagi semua pihak.

Berikut adalah delapan perilaku yang dapat membuat generasi Boomer sulit dihadapi:

  1. Penolakan terhadap Perubahan

Perubahan adalah satu hal yang paling konstan dalam hidup. Generasi Boomer cenderung menolak perubahan, bersikeras pada cara-cara lama mereka. Keengganan ini membuat orang di sekitar harus menjelaskan hal berkali-kali.

  • Penolakan Digital

  • Meskipun teknologi sudah menjadi bagian hidup sehari-hari, Boomer seringkali kesulitan beradaptasi dengan dunia digital. Keengganan ini bisa menyulitkan diri sendiri dan orang lain. Beradaptasi dengan teknologi akan membuat hidup semua orang menjadi lebih mudah dan efisien.

  • Ketergantungan Berlebihan pada Uang Tunai

  • Di era transaksi digital, Boomer seringkali lebih memilih menggunakan uang tunai. Ketergantungan ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan, seperti antrean panjang di bank. Menerima metode pembayaran alternatif dapat membuat transaksi lebih cepat bagi semua pihak.

  • Sindrom 'Masa Lalu yang Indah'

  • Generasi ini cenderung melihat masa lalu dengan pandangan yang terlalu romantis. Perbandingan terus-menerus dengan masa lalu dapat menguras energi orang di sekitarnya. Setiap era memiliki daya tarik dan tantangannya sendiri, dan ini harus diterima.

  • Ketakutan Terlihat Rentan

  • Mereka sering menyamakan kerentanan dengan kelemahan, sehingga menahan perasaan dan kekhawatiran mereka. Tindakan ini justru menciptakan jurang antara mereka dengan orang yang dicintai. Berbagi perasaan dapat memudahkan orang lain untuk memahami dan terhubung.

  • Terlalu Mementingkan Kemandirian

  • Meskipun kemandirian patut diacungi jempol, bersikeras melakukan segalanya sendiri bisa menjadi hambatan. Sikap ini menciptakan stres dan tekanan yang tidak perlu. Menerima bantuan adalah tanda kekuatan, bukan kelemahan.

    Editor: Setyo Adi Nugroho
    Tags
    Jawa Pos
    JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
    Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
    Download Aplikasi JawaPos.com
    Download PlaystoreDownload Appstore