Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 September 2025 | 23.31 WIB

Mengungkap 7 Kebiasaan Orang yang Diam-diam Berhenti Memercayai Cinta Sejati

Ilustrasi seseorang berdiri sendiri, melihat ke kejauhan dengan ekspresi tenang namun menjaga jarak, menyiratkan adanya batasan emosional yang kuat./Freepik - Image

Ilustrasi seseorang berdiri sendiri, melihat ke kejauhan dengan ekspresi tenang namun menjaga jarak, menyiratkan adanya batasan emosional yang kuat./Freepik

JawaPos.com - Kehilangan keyakinan pada cinta sejati bukanlah hal yang terjadi secara tiba-tiba bagi kebanyakan orang.

Biasanya, hal ini muncul perlahan sebagai mekanisme pertahanan diri setelah mengalami kekecewaan mendalam. Keyakinan itu sirna digantikan oleh rasa kehati-hatian yang berlebihan.

Melansir dari Geediting.com Selasa (30/9), ada tujuh kebiasaan halus yang sering muncul dan menjadi tanda kehilangan iman terhadap romansa.

Kebiasaan ini adalah cara mereka melindungi diri dari potensi sakit hati yang lebih parah. Mari kita cermati tujuh kebiasaan yang menunjukkan kepasrahan emosional ini.

1. Menghindari Kerentanan dengan Segala Cara

Mereka cenderung menolak membuka diri secara emosional kepada siapa pun. Ungkapan seperti "Aku merindukanmu" atau "Aku membutuhkanmu" terasa terlalu berisiko untuk diucapkan. Jauh di lubuk hati, mereka tidak yakin perasaan mereka akan dibalas dengan kedalaman yang sama.

2. Memprioritaskan Kemandirian Melebihi Koneksi

Bersikap mandiri memang sehat, tetapi kemandirian yang ekstrem adalah sinyal hilangnya kepercayaan. Mereka bersikeras melakukan segalanya sendiri, menolak bantuan karena takut akan ketergantungan. Menerima bantuan terasa seperti sebuah kekecewaan yang menunggu untuk terjadi.

3. Meremehkan Romansa Sebagai Hal yang "Konyol"

Saat kehilangan iman pada cinta, seseorang sering kali mengubah cara mereka membicarakannya. Mereka akan meremehkan atau bahkan mengejek hal-hal yang berbau romantis atau kemesraan. Ini adalah cara pikiran mereka melindungi diri dengan meyakini cinta itu tidak berharga.

4. Menjaga Hubungan Bersifat Kasual dan Sementara

Satu di antara kebiasaan halus mereka adalah mempertahankan hubungan jangka pendek, tanpa komitmen, atau tidak jelas statusnya. Mereka menghindari memberi label pada hubungan dan sering mengakhirinya saat mulai terasa serius. Mereka lebih fokus pada kebebasan daripada keintiman sejati.

5. Fokus Berat pada Pencapaian atau Pengalihan Perhatian

Energi yang tadinya didedikasikan untuk cinta kini dialihkan ke bidang lain, seperti pekerjaan, kebugaran, atau hobi. Mereka terlihat sangat termotivasi di luar, mengatakan, "Karier adalah hidupku," misalnya. Namun, di dalam hati, mereka sedang membangun tembok pelindung.

6. Sulit Membayangkan Masa Depan Bersama

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore