
Ilustrasi tangan seseorang yang memegang garpu dan pisau , mencerminkan pentingnya etika dan adab saat makan di restoran mewah./Freepik
JawaPos.com - Makan di luar adalah sebuah ritual sosial di mana kebiasaan seseorang tanpa disadari seringkali terlihat jelas.
Perilaku tertentu saat bersantap konon dapat menunjukkan seberapa seseorang menguasai etika sosial. Hal ini bukanlah tentang status kekayaan.
Melansir dari Geediting.com Senin (29/9), ada delapan kebiasaan yang dipercaya dapat mengungkapkan kurangnya kehalusan etika.
Menariknya, kebiasaan-kebiasaan ini kerap mengganggu pengalaman bersantap orang lain. Mari kita cermati delapan perilaku tersebut secara lebih detail.
1. Mempersulit Pesanan
Pelanggan jenis ini sering membuat pesanan terlalu rumit atau meminta modifikasi yang berlebihan. Perilaku ini dapat mengganggu alur pelayanan dan menunjukkan keinginan untuk mendominasi lingkungan yang asing. Pesanan yang rumit dianggap kurang menghormati hidangan yang sudah dirancang oleh koki.
2. Tidak Menghargai Staf Pelayan
Satu di antara tanda kurangnya kehalusan adalah sikap meremehkan staf. Mereka cenderung berbicara dengan kasar, atau bahkan menjentikkan jari untuk menarik perhatian pelayan. Perilaku ini menunjukkan bahwa mereka melihat staf sebagai bawahan.
3. Mengabaikan Etika Bersantap
Etika dasar seperti menggunakan alat makan yang benar dan menunggu semua orang disajikan sering diabaikan. Ketidaktahuan ini menunjukkan kurangnya kesadaran sosial seseorang saat makan di tempat umum. Makan dengan mulut penuh atau tidak meletakkan serbet di pangkuan adalah contoh perilaku ini.
4. Mengabaikan Seni Berbincang
Seseorang dengan kurangnya kehalusan sering mendominasi percakapan di meja makan atau menyela orang lain. Mereka juga mungkin membahas topik yang tidak pantas, seperti penyakit pribadi atau masalah politik yang sensitif. Pembicaraan yang kurang etis merusak suasana dan kenikmatan bersantap.
5. Makan dan Minum Berlebihan
Sikap terlalu berlebihan dalam mengonsumsi makanan dan minuman menunjukkan kurangnya pengendalian diri. Padahal, bersantap seharusnya adalah tentang pengalaman dan menghargai kualitas, bukan hanya kuantitas yang dipesan. Perilaku ini bisa mengganggu keseimbangan keseluruhan pengalaman makan.
6. Gagal Menghargai Hidangan

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
