
Ilustrasi seseorang berdiri tegak dengan bahu tegap, menunjukkan postur tubuh yang percaya diri dan asertif./Freepik
JawaPos.com - Menjadi asertif merupakan salah satu kemampuan penting untuk mengomunikasikan kebutuhan diri secara lugas dan menghormati orang lain.
Asertivitas adalah keterampilan, dan seperti keterampilan lain, ini memerlukan latihan serta pembenahan kebiasaan. Jika Anda ingin lebih percaya diri, ada beberapa perilaku lama yang perlu Anda tinggalkan.
Melansir dari Geediting.com Minggu (28/9), mengembangkan asertivitas berarti menghilangkan kebiasaan yang berakar pada ketakutan terhadap penolakan atau konflik.
Kebiasaan-kebiasaan ini secara tidak sadar meremehkan nilai diri kita. Mari kita kenali delapan kebiasaan tersebut yang harus segera disingkirkan.
1. Mengiyakan Semua Permintaan
Kita sering mengatakan "ya" untuk segala hal karena takut mengecewakan atau dianggap tidak sopan. Kebiasaan ini mengakibatkan energi dan waktu Anda terkuras habis untuk hal yang tidak diinginkan. Orang yang asertif tahu kapan harus berkata "tidak" demi menghormati kebutuhan diri.
2. Membawa Kritik ke Ranah Pribadi
Menganggap kritik atau ketidaksetujuan sebagai serangan personal akan menghambat asertivitas Anda. Kebiasaan ini dapat merendahkan harga diri dan memicu keraguan terhadap kemampuan diri. Sebaliknya, lihatlah kritik sebagai kesempatan untuk bertumbuh secara objektif.
3. Menghindari Konflik Sepenuhnya
Banyak dari kita merasa sangat tidak nyaman dengan kata "konflik," sehingga memilih diam atau mengalah. Menghindari konflik tidak akan membuatnya menghilang. Bahkan, hal ini bisa menyebabkan kesalahpahaman dan merusak hubungan jangka panjang.
4. Meminta Maaf Secara Berlebihan
Mengatakan "maaf" tanpa alasan yang jelas dapat melemahkan pernyataan atau permintaan Anda. Over-apologizing membuat orang lain memandang Anda kurang percaya diri atau kompeten. Bersikap asertif berarti mempertahankan kata-kata Anda tanpa perlu meminta maaf terus-menerus.
5. Takut Terhadap Penolakan
Ketakutan akan penolakan sering menahan kita untuk mengungkapkan pikiran atau berdiri demi hak diri. Rasa takut ini membuat Anda memilih untuk diam agar tidak menyinggung orang lain. Ingatlah bahwa suara Anda penting dan patut didengarkan, terlepas dari respons orang lain.
6. Menekan Emosi Pribadi
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022