Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 September 2025 | 01.26 WIB

10 Trik Psikologi di Balik Cara Memotivasi Diri Sendiri untuk Mencapai Kesuksesan dan Meningkatkan Produktivitas

Ilustrasi orang yang tinggi akan motivasi - Image

Ilustrasi orang yang tinggi akan motivasi

JawaPos.com – Motivasi diri untuk sukses sering dianggap sebagai bahan bakar utama menuju produktivitas dan kepercayaan diri. 

Namun, memotivasi diri bukan hanya soal kemauan keras, melainkan ada dasar psikologis yang mengatur kapan seseorang merasa bersemangat atau justru kehilangan dorongan. 

Banyak orang mengira keberhasilan yang terus-menerus akan meningkatkan motivasi tanpa batas, padahal penelitian psikologi menunjukkan hal yang lebih kompleks.

Sebuah studi yang melibatkan lebih dari 100 partisipan dalam permainan online menemukan bahwa frekuensi keberhasilan berhubungan langsung dengan keinginan untuk melanjutkan aktivitas. 

Namun, menariknya, durasi bermain menunjukkan pola berbeda. Motivasi mencapai puncaknya ketika keberhasilan berada di sekitar 63%. 

Eksperimen lain dengan 70 partisipan juga menemukan hasil serupa, di mana motivasi tertinggi muncul pada tingkat keberhasilan 77%. 

Artinya, motivasi justru paling kuat ketika kita mengalami keberhasilan dalam kadar moderat. Cukup untuk membuat kita percaya diri, tapi tetap menyisakan tantangan untuk dikejar.

Temuan ini membuka pemahaman baru tentang cara kita memotivasi diri tidak sekadar memberi reward atau menghindari kegagalan, tetapi juga menyeimbangkan rasa berhasil dengan tantangan yang realistis. 

Beranjak dari sini, kita bisa melihat bagaimana psikologi membantu kita memahami ritme motivasi agar sukses, produktif, dan percaya diri dalam jangka panjang.

Nah untuk mengerti lebih dalam lagi, simak penjelasan berikut yang dilansir dari Raj Ras dan Nick Wignall.

Jenis-Jenis Motivasi dan Hubungannya dengan Teori Kebutuhan Maslow

Motivasi dalam psikologi biasanya dibagi menjadi dua tipe utama: intrinsik dan ekstrinsik. 

Motivasi intrinsik muncul dari dalam diri seseorang, didorong oleh rasa ingin tahu, minat pribadi, atau kepuasan yang lahir dari aktivitas itu sendiri. 

Misalnya, seseorang belajar dengan tekun karena benar-benar menikmati proses memahami hal baru. 

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore